Minyak Goreng Curah Subsidi Dikucurkan di Pasar, PPI: Tidak Ada Batasan untuk Pedagang dan Pengecer
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mulai mengucurkan miyak goreng curah di pasar tradisional. Tidak ada batasan untuk pedagang dan pengecer yang membeli minyak goreng curah subsidi itu.
Pada Kamis (14/4/2022), PPI mengucurkan minyak goreng curah subsidi di Pasar Rawamangun, Jakarta. Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia, pedagang pasar sangat antusias menyambangi mobil tangki minyak goreng curah sambil membawa banyak jerigen untuk kebutuhan jualan hariannya.
Direktur Komersial PT PPI , Andry Tanudjaja, mengatakan dalam pembelian minyak goreng curah bersubsidi ini tidak diberi batasan. Artinya pedagang boleh membeli sesuai yang dibutuhkan. Adapun harganya dibanderol Rp13.000 per liter.
"Enggak ada pembatasan selama yang beli (minyak goreng curah) adalah pedagang atau pengecer," kata Andry, saat ditemui MNC Portal Indonesia, di Pasar Rawamangun, Jakarta, Kamis (14/4/2022).
Menurut dia, pendistribusian minyak goreng curah di pasar tradisional akan dilakukan secara berkelanjutan. Artinya tidak hanya hari ini pedagang bisa membeli minyak goreng curah. Dengan begitu, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terus tercukupi.
"Nanti ini akan berkelanjutan. Seminggu itu kita ada tiga waktu. Misalnya, hari Senin dapat pasokan dari produsen, Selasa kita isi ke mobil tangki, Rabu kita distribusikan ke pasar-pasar. Terus di ulang seperti itu," ujar Andry.
Adapun ketentuan untuk mendapatkan minyak goreng curah subsidi ini, para pedagang harus menandatangani komitmen yang menerangkan bahwa akan menjual minyak goreng curah seharga 14.000/liter atau Rp 15.000/kg.
Sedangkan syarat untuk membelinya, Andry bilang, tidak rumit. Selama mereka terdaftar sebagai pedagang di Asosiasi Pedagang Pasar ataupun pengelola pasar, minyak goreng curah bisa dibeli.
"Ini hanya untuk pedagang atau pengecer saja. Kita tidak menjual untuk konsumen, supaya pedagang bisa menjaga harga tersebut. Karena kalau jual ke konsumen nanti akan ada kerumunan, antrean, dll," tutur Andry.
Editor: Jeanny Aipassa