Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Harga BBM Pertamina 15 Februari 2026, Lengkap Jenis Pertalite hingga Pertamax
Advertisement . Scroll to see content

Minyak Mentah Melemah, Harga BBM Ikut Turun? 

Jumat, 30 September 2022 - 07:23:00 WIB
Minyak Mentah Melemah, Harga BBM Ikut Turun? 
Kementerian BUMN menyebut, penurunan harga minyak mentah (crude oil) dunia tidak otomatis membuat pemerintah menurunkan harga BBM di dalam negeri. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian BUMN menyebut, penurunan harga minyak mentah (crude oil) dunia tidak otomatis membuat pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Adapun harga minyak mentah tengah mengalami penurunan hingga menyentuh level 80 dolar AS per barel. 

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan harga minyak mentah yang sudah dibeli PT Pertamina (Persero) beberapa waktu lalu, sebelum mengambil kebijakan menurunkan harga BBM

Dia mengakui harga minyak mentah secara global sudah mengalami penurunan saat ini. Namun, harga minyak mentah yang dibeli Pertamina masih mengacu pada harga lama atau dua bulan sebelumnya. Jika harga BBM langsung diturunkan maka akan berpengaruh besar terhadap arus kas BUMN di sektor migas tersebut. 

"Harganya kan masih harga lama, kalau sekarang kita lihat nanti berapa lama maka seharusnya itu akan berpengaruh pada (harga) ke depannya. Dilihat dulu rata-ratanya berapa, kita bukan seperti harga crude oil pembelian di lapangan. Itu kan harus diolah lagi, biasanya Pertamina kan beli dua bulan sebelumnya," ujar Arya dikutip, Jumat (30/9/2022).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan tidak ada rencana pemerintah kembali menurunkan harga BBM. Meskipun penyesuaian harga bahan bakar tetap mengacu pada harga minyak mentah secara global.

Erick menyebut, ada pernyataan salah satu menteri yang belum berencana menurunkan harga BBM, meskipun aksi penolakan terus dilakukan masyarakat dan mahasiswa.

Dia menilai, persoalan harga BBM harus dilihat secara menyeluruh. Poin utama pemerintah bukan menaikkan atau menurunkan harga BBM. Namun, memangkas subsidi BBM agar impor bahan bakar tersebut bisa ditekan.

Erick mengingatkan, Indonesia bukan negara produsen atau eksportir BBM. Namun, sebagai negara importir yang dilakukan sejak 2003 silam. Oleh karena itu, berbagai langkah diambil pemerintah untuk menekan impor BBM.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut