Mitratel Berencana Lepas Saham Protelindo, Dirut: Semua Peluang Pasti Dijajaki
JAKARTA, iNews.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel sempat dikabarkan melakukan aksi korporasi berupa penjualan saham PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).
Sebelumnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dikabarkan berencana melepas kepemilikan saham 15 persen sampai 20 persen di Protelindo. Transaksi ini ditargetkan dapat meraup dana 1 miliar dolar AS.
Mengonfirmasi kabar tersebut, Direktur Utama Mitratel, Theodorus A Hartoko menegaskan bahwa masih akan melihat perkembangannya lebih lanjut mengenai seluruh potensi yang ada di market selama itu semakin baik maka akan dijajaki.
"Ya semua peluang pasti akan kita jajaki sampai pada keputusannya nanti," ungkap Theodorus, dalam segmen Market Buzz Power Breakfast IDX, Jumat (8/7/2022).
Mitratel menargetkan dapat mempunyai setidaknya 3.000 menara baru yang diperoleh melalui ekspansi anorganik hingga akhir 2022 ini.
Pada kuartal pertama 2022, Mitratel telah membangun 371 menara baru B2S sehingga jumlah aset menara per akhir Maret 2022 adalah sebanyak 28.577 unit. Sementara itu, jumlah backlog saat ini mencapai 662 menara.
Dari segi new tenant, Mitratel mencatatkan penyewaan baru sebanyak 507 penyewaan pada kuartal pertama 2022 sehingga jumlah totalnya mencapai 43.101 penyewaan.
Terkait dengan laba Mitratel yang naik 24% di akhir kuartal I 2022, Theodorus sudah merencanakan bahwa sampai akhir tahun akan tumbuh double digit baik untuk revenue dan profitabilitinya.
"Jadi kita ada empat strategi yang kita lakukan, tentu satu strategi kita adalah agresif untuk melakukan pembangunan tower sesuai kebutuhan mobile operator, kita fokus strategi anorganik mengakuisisi tower, ketiga tentu kami selalu mengembangan portfolio bisnis baru, terakhir itu kita memperbaiki kinerja fundamental untuk pembenahan internal," kata Theodorus.
Harapannya, untuk tower ditargetkan menyumbang 90 persen dari seluruh revenue di 2022 ini. Adapun untuk fiber optik diyakini mulai punya kontribusi yang signifikan mulai 2023.
Tantangan yang dihadapi Mitratel adalah seberapa mampu mereka melakukan pagelaran dengan skema capex yang cukup baik.
"Tantangan untuk menghilangkan itu melihat visi misi yang seperti itu ada kesulitan sendiri, tapi pengalaman kami tidak terlalu signifikan untuk dijadikan kendala," kata dia.
Untuk capex sendiri Mitratel merencanakan dalam kurun waktu 3 tahun ini membelanjakan capex sebaik mungkin.
Editor: Jeanny Aipassa