MNC Bank Berbagi Tips Aman dari Intaian Kejahatan Siber
JAKARTA, iNews.id – Tidak dimungkiri, masyarakat Indonesia semakin bergantung pada berbagai transaksi digital. Berbelanja secara daring, penggunaan dompet digital, hingga transaksi perbankan dengan internet banking maupun aplikasi seluler kini semakin marak digunakan.
Terlepas dari kenyamanan yang ditawarkan, terdapat bahaya kejahatan siber yang mengintai pengguna. “Transaksi digital telah menjadi opsi utama masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga Bank telah mempersiapkan keamanan infrastruktur transaksi digital dengan baik. Namun, dari sisi pengguna juga harus waspada agar terhindar dari tindak kejahatan,” ucap Presiden Direktur MNC Bank Mahdan dalam keterangannya, Senin (15/6/2020).
Penguatan infrastruktur digital MNC Bank pada sisi fitur dan kapasitas telah sesuai Rencana Bisnis Bank. Pengembangan Teknologi Informasi (TI) difokuskan untuk menunjang pertumbuhan bisnis, memperbaiki efisiensi proses bisnis, menambah kapasitas, meningkatkan keandalan, dan keamanan infrastruktur TI. Dengan begitu, nasabah dapat menikmati pengalaman transaksi perbankan digital yang baik dan aman.
Mahdan melanjutkan, saat ini ada empat modus yang sering digunakan untuk mengelabui korban kejahatan transaksi perbankan digital. Berikut selengkapnya:
MNC Bank Dipercaya BI Layani Penukaran Uang Idul Fitri 1441 H
1. Pharming
Penipu akan melakukan pengalihan dari situs yang sah ke situs palsu milik penipu tanpa diketahui dan disadari oleh korban ketika mencoba mengunjungi situs web resmi. Kemudian mengambil data yang dimasukkan oleh korban pada situs web palsu tersebut.
Agar terhindar dari jebakan tersebut, pengguna dapat melihat apakah alamat situs web sudah benar. Contohnya untuk Ebizz Banking MNC Bank adalah https://cms.mncbank.co.id/ dan selain dari alamat situs web tersebut, dapat dipastikan adalah situs web palsu.
Selain itu selalu mengunduh aplikasi seluler mobile banking MNC Mbanking dari app store maupun play store, dan tidak dari sumber lainnya.
2. Phising
Penipu memulai serangan dengan mengirimkan surat elektronik (surel) dengan cara menyamar sebagai perwakilan resmi Bank dan meminta korban untuk mengunjungi situs palsu milik penipu dan meminta korban untuk memasukkan informasi pribadi seperti user ID, PIN, Password, Passcode, nomor rekening bank/ nomor kartu kredit secara tidak sah. Informasi pribadi dapat digunakan untuk mengakses akun internet banking dan berbuat kejahatan.
Untuk menghindari hal tersebut, nasabah agar mengabaikan surel dari pihak yang tidak dikenal serta jangan pernah memberikan informasi pribadi penting dalam keadaan apa pun juga. MNC Bank sebagaimana institusi perbankan lainnya, tidak pernah meminta data pribadi seperti PIN maupun kode OTP kepada nasabah.
3. Surel Spam/Spoofing
Penipu menampilkan alamat surel/ nama/nomor telepon palsu yang serupa ataupun mirip dengan aslinya untuk menyembunyikan identitas dan membuat kesan komunikasi tersebut resmi. Melalui interaksi surel tersebut penipu dapat mengelabui korban untuk memberikan data-data rahasia ataupun bahkan transfer uang.
Agar tidak tertipu, pengguna dapat melihat apakah alamat surel menggunakan surel resmi yang benar. Pengirim surel dari MNC Bank pasti menggunakan alamat surel berakhiran @mncbank.co.id seperti [email protected].
Dengan begitu, bila nasabah menerima surel dari [email protected] atau [email protected] dapat dipastikan palsu.
4. Keylogger
Penipu menggunakan perangkat lunak yang dapat mengirimkan data tombol keyboard yang digunakan tanpa diketahui oleh pengguna. Dengan begitu, tentu saja penipu dapat menerima informasi seperti kata sandi yang penting untuk keamanan transaksi.
Untuk mencegah hal tersebut, hindarilah menggunakan internet banking pada komputer atau laptop umum seperti di warnet. Nasabah juga lebih aman menggunakan penambatan (tethering) dari telepon selular pribadi dibandingkan menggunakan jaringan nirkabel (wifi) gratis umum bila bertransaksi di area publik.
“Faktor manusia adalah salah satu kelemahan keamanan data digital, namun juga sekaligus lini pertahanan terkuatnya. Dengan waspada dan memahami bagaimana agar terhindar dari kejahatan siber, kita dapat meraih manfaat maksimal dari berbagai transaksi digital termasuk perbankan,” kata Mahdan.
Editor: Ranto Rajagukguk