Mudik Dilarang, Wapres Sebut Penjualan Online Produk Halal Bakal Meningkat
JAKARTA, iNews.id - Larangan mudik berdampak positif pada penjualan produk secara online. Salah satunya produk halal yang dijual di e-commerce.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemberlakuan pembatasan arus mudik pada libur Lebaran tahun lalu berdampak positif pada peningkatan penjualan produk-produk halal.
"Pada Mei 2020, bertepatan dengan pembatasan arus mudik dan pengurangan hari libur sepanjang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, justru terjadi lonjakan transaksi produk halal melalui e-commerce hingga tumbuh 7,25 persen," katanya dalam webinar, Rabu (28/4/2021).
Produk halal yang paling banyak dibeli oleh masyarakat secara daring saat itu adalah pakaian muslim. Produk ini menguasai 86,63 persen pangsa pasar dari total nominal transaksi produk halal di marketplace.
Menurut Wapres, tingginya partisipasi masyarakat dalam transaksi penjualan produk halal tersebut berkontribusi cukup banyak pada peningkatan perdagangan produk halal di dalam negeri.
"Data Bank Indonesia mencatatkan nominal transaksi produk halal melalui perdagangan elektronik selama Mei sampai Desember 2020 secara kumulatif tumbuh 49,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2019," katanya.
Wapres berharap kegiatan ekonomi syariah dapat terus meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19. Kinerja ekonomi syariah di masa pandem juga didorong oleh beberapa sektor prioritas dalam rantai nilai halal yang tumbuh positif, khususnya pertanian dan makanan halal.
Merujuk pada data Laporan Ekonomi Keuangan Syariah Tahun 2020 dari Bank Indonesia, Wapres mengatakan kontraksi ekonomi syariah masih lebih baik daripada ekonomi nasional.
"Dibutuhkan transformasi ekonomi yang mampu menggerakkan seluruh sektor dan melibatkan seluruh masyarakat, termasuk lapisan masyarakat terbawah," ujar Mantan Ketua Umum MUI itu.
Editor: Rahmat Fiansyah