JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan nilai investasi proyek LRT Jabodebek mencapai Rp32,2 triliun. Perseroan memproyeksikan proyek tersebut akan balik modal dalam 13 tahun jika diasumsikam tarif LRT Jabodebek berkisar Rp25.000 untuk jarak terjauh.
"Kita punya hitungan tarif lah yang yang enggak beda-beda jauh dari Rp25.000 itu. Nah dari situ kan dengan tarif itu kita bisa mengembalikan investasi ini 13 tahun," ujar Kepala Divisi LRT Jabodebek KAI, Mochamad Purnomosidi, Selasa (18/7/2023).
Mentan Optimistis Serapan Gabah 4 Juta Ton di 2026 Tercapai
Tidak hanya dari tarif, Purnomosidi juga menyebut pengembalian investasi juga bisa didapatkan dari pendapatan non-farebox berupa iklan dan lainnya.
"Pendapatan non-farebox-nya itu ada asumsi 1 sampai 5 persen lah dari jumlah pendapatan tarif. Estimasinya adalah 1 sampai 5 persen dari pendapatan dari tarif dari tiket," tuturnya.
LRT Jabodebek Segera Beroperasi, Menhub Targetkan 140.000 Orang Beralih dari Kendaraan Pribadi
Selain itu, pengembalian investasi tersebut juga akan dipengaruhi oleh besaran subsidi yang diberikan pemerintah terhadap LRT Jabodebek. Dia menyebut, dengan subidi yang diberikan dalam jumlah besar, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi akan lebih cepat.
Sensasi Menjajal Kereta LRT Jabodebek, Stasiun Harjamukti-Dukuh Atas Hanya 52 Menit
Pasalnya, dengan subsidi yang diberikan kemungkinan besar tarif yang akan dikeluarkan oleh masyarakat akan lebih murah dari yang berkisar saat ini di angka Rp25.000 untuk tarif terjauh.
"Tapi kalau misalkan ternyata dengan harga segitu willingness to pay masyarakatnya cukup oke, berarti subsidi dari pemerintah apabila ada tambahan subsidi dari pemerintah maka bisa dipergunakan untuk mengembalikan investment yang lebih cepat," ucapnya.
Tarif LRT Jabodebek, Menhub: Rute Terjauh Rp25.000
Editor: Aditya Pratama
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku