NTT Jadi Destinasi Premium, Asita Sebut Banyak Wisman yang Pelit

Antara ยท Senin, 02 Desember 2019 - 11:20 WIB
NTT Jadi Destinasi Premium, Asita Sebut Banyak Wisman yang Pelit

Sekawanan komodo di Taman Nasional Komodo, kawasan konservasi Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: AFP)

KUPANG, iNews.id - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mendukung penuh rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadikan daerahnya sebagai destinasi wisata premium. Hal ini penting untuk mendongkrak devisa lebih banyak.

"Banyak wisman yang pelit ketika berwisata ke NTT, mereka tidak mau menggunakan jasa operator tur, jasa pemandu, tidak menyewa kendaraan," kata Ketua Asita NTT, Abed Frans di Kupang, Senin (2/12/2019).

Rencana menjadikan NTT sebagai destinasi wisatawan kelas atas dikatakan langsung oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Dia melarang wisatawan tak berduit masuk NTT.

"Wisatawan yang miskin jangan datang berwisata ke NTT karena memang sudah dirancang untuk wisatawan yang berduit," kata Viktor.

Menurut Abed Frans, istilah wisatawan miskin alias tak berduit yang disampaikan gubernur NTT tentu saja mereka yang pelit saat belanja wisata.

"Jadi soal wisatawan miskin ini tidak bisa kita artikan secara bulat begitu saja, tetapi diarahkan pada wisman yang pelit saat berwisata ke daerah ini," tuturnya.

Wisman yang pelit, kata Abed Frans, yaitu mereka yang tidak mengeluarkan belanja wisata yang banyak. Dengan demikian, mereka tidak memberikan kontribusi besar bagi pendapatan berbagai sektor usaha di sektor wisata.

Editor : Rahmat Fiansyah