Ogah Beli Boeing 737 MAX 8, Lion Air Dikabarkan Lirik Airbus

Rahmat Fiansyah ยท Selasa, 12 Maret 2019 - 19:52 WIB
Ogah Beli Boeing 737 MAX 8, Lion Air Dikabarkan Lirik Airbus

Founder Lion Air, Rusdi Kirana. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Lion Air dikabarkan akan membatalkan sisa pesanan Boeing 737 MAX 8 menyusul terulangnya kecelakaan pesawat sejenis milik Ethiopian Airlines. Maskapai berbiaya rendah tersebut melirik Airbus, pesaing utama Boeing.

Dilansir The Strait Times, Selasa (12/3/2019), sisa pesanan pesawat Boeing 737 MAX 8 oleh Lion Air tak tanggung-tanggung. Nilainya mencapai 22 miliar dolar AS atau lebih dari Rp300 triliun.

Beberapa waktu lalu, Pemilik Lion Air, Rusdi Kirana mengancam Boeing setelah armadanya jatuh pada 29 Oktober 2018 dan menewarkan 189 penumpang, termasuk kru. Seorang sumber mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Ethiopian Airlines semakin memantapkan Rusdi untuk membatalkan kontrak pembelian pesawat dengan Boeing.

Pada akhir pekan kemarin, pesawat Boeing 737 MAX 8 mili Ethiopian Airlines jatuh enam menit setelah lepas landas (take off) dan menewaskan 157 penumpang. Insiden tersebut mirip Lion Air JT-610 yang jatuh 13 menit usai lepas landas. Sejumlah negara seperti China, Australia, Korea Selatan, dan Singapura meminta maskapai domestik untuk "mengandangkan" pesawat tersebut.

Sumber yang sama mengatakan, Lion Air tengah mengevaluasi pesawat Airbus A320 sebagai armada maskapai. Pesawat jenis ini menjadi kompetitor seri Boeing 737.

Direktur Lion Air, Daniel Putut menolak berkomentar soal nasib sisa pesanan 200 pesawat Boeing 737 MAX 8. Namun, dia memastikan Lion Air menunda pengiriman empat pesawat dari Boeing pada tahun ini.

Hubungan Boeing dan Lion Air merenggang setelah pabrikan pesawat itu menuding isu perawatan dan kesalahan pilot sebagai penyebab jatuhnya JT 610. Padahal, investigasi awal menemukan fakta bahwa pesawat jatuh usai sistem sensor yang dipakai untuk mengontrol pesawat mengalami malfungsi.


Editor : Rahmat Fiansyah