Pabrik Baterai Mobil Listrik di Morowali Mulai Dibangun
MOROWALI, iNews.id - Pabrik baterai mobil listrik di Kawasan Industri (KI) Morowali, Sulawesi Tengah mulai dibangun. Nilai investasi pabrik ini diperkirakan mencapai 700 juta dolar AS atau sekitar Rp10 triliun.
Pabrik ini menjadi bagian dari program hilirisasi industri dalam hal ini nikel. Pabrik ini merupakan hasil kerja sama antara Tsingshan, GEM Co Ltd, Guangdong Brunp Recycling, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), dan Hanwa Co Ltd.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto yang menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) menyambut baik kehadiran pabrik ini. Apalagi, pabrik yang diproyeksikan selesai pada 2020 itu akan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.
"Kemenperin berada di belakang proyek ini. Kami sepenuhnya mengawal. Kawasan IMIP ini telah menghasilkan investasi 5 miliar dolar AS dan ke depan akan bertambah lagi 7-8 miliar dolar AS," kata Airlangga, Jumat (11/1/2019).
Menurut dia, pabrik ini akan relevan dan semakin penting setidaknya hingga 20 tahun ke depan karena akan menjadi sumber energi utama bagi produsen kendaraan bermotor. Pabrik ini nantinya akan mengolah nikel laterit menjadi elemen penting untuk daya baterai.