Pahami RBC Perusahaan Asuransi Kesehatan, Manfaat hingga Indikatornya
JAKARTA, iNews.id - Suatu perusahaan asuransi kesehatan dapat dinyatakan memiliki kondisi finansial yang baik jika Risk Based Capital (RBC), ekuitas, dan asetnya sesuai ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tak hanya asuransi mobil atau jiwa saja, termasuk juga RBC perusahaan asuransi kesehatan.
Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 71 dan 72 pada tahun 2016, setiap perusahaan asuransi kesehatan dapat dinyatakan sehat jika memiliki minimum RBC perusahaan asuransi kesehatan 120 persen, ekuitas Rp100 miliar, dan aset Rp150 miliar.
Jika laporan tahunan perusahaan berada di bawah ketentuan minimal POJK tersebut, maka finansial perusahaan dapat dinyatakan tidak baik.
Terlepas dari beberapa berita yang beredar terkait kasus gagal bayar pada perusahaan asuransi di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada November 2022 menyampaikan bahwa kondisi permodalan pada sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) terbilang cukup baik.
Ini mengacu pada data Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa sebesar 479 persen dan asuransi umum senilai 324 persen, itu berarti masing-masing sektor industri asuransi memiliki RBC di atas ketentuan minimum POJK sebesar 120 persen. Pada dasarnya, rasio solvabilitas memang cenderung berjalan beriringan dengan kondisi keuangan sebuah perusahaan asuransi.
Sebagai contoh, makin tinggi tingkat solvabilitas yang dimiliki sebuah perusahaan asuransi, kondisi keuangannya juga bisa dibilang makin sehat. Sebaliknya, kondisi keuangan perusahaan asuransi terbilang mengkhawatirkan jika tingkat solvabilitas yang dimilikinya rendah.
Karena itu, jika tertarik membeli asuransi kesehatan untuk diri sendiri dan orang tercinta, pastikan tidak hanya tergiur dengan premi murah dan manfaat yang lengkap saja. Ketahui juga RBC perusahaan asuransi kesehatan atau dapatkan di sini polisnya dari perusahaan terbaik di Indonesia!
Pengukuran batas dari tingkat solvabilitas suatu perusahaan memberikan dua hasil, yaitu memastikan kemampuan perusahaan asuransi memenuhi kewajibannya, termasuk pembayaran pengajuan klaim yang dilakukan nasabah.
Selain itu, hasil pengukuran ini juga memberikan hasil berupa jumlah modal yang dibutuhkan dari tingkat risiko yang dihadapi perusahaan. Hal itu berkaitan dengan pengelolaan kekayaan dan kewajiban perusahaan asuransi.
RBC tidak hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan perusahaan asuransi saja, tapi memiliki beberapa manfaat lain, yaitu:
Setelah mengetahui manfaat RBC perusahaan asuransi, maka informasi lainnya yang penting diketahui adalah komponen perhitungannya. Berikut ini adalah komponen dalam penetapan penghitungan RBC:
1. Risiko Reasuransi atau Reinsurance Risk
Reinsurance Risk merupakan tahap penghitungan modal terhadap risiko perusahaan mengalami gagal bayar.
2. Gagal Aset atau Asset Default
Gagal aset adalah penghitungan jumlah modal yang diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan nilai aset dan atau hilangnya pendapatan yang berhubungan dengan aset itu.
3. Ketidaksesuaian Mata Uang atau Currency Mismatch
Currency Mismatch adalah menghitung jumlah modal yang dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko jika terjadi naik turun mata uang. Sebab, fluktusiasi mata uang ini dapat memicu jumlah kewajiban yang harus dibayar perusahaan asuransi.
4. Jumlah Klaim Lebih Buruk dari Perkiraan (Claim Experience Worse Than Expected)
Jumlah klaim lebih buruk dari perkiraan merupakan penghitungan jumlah modal jika terjadi risiko jumlah klaim yang diperkirakan lebih banyak dari yang diajukan.
OJK menegaskan, tren RBC perusahaan asuransi dapat dikatakan menurun mengacu pada hasil pengamat asuransi dan Dosen Program MM-FEB UGM Kapler Marpaung yang melihat kondisi RBC perusahaan asuransi terus mengalami penurunan meski berdasarkan data masih berada di atas batas minimum 120 persen.
“Kalau RBC perusahaan baik, itu salah satu indikator bahwa perusahaan tersebut sehat dan tentu akan mampu membayar kewajibannya. Artinya, kecil kemungkinan akan mengalami gagal bayar,“ ujar Kapler Marpaung seperti dikutip dari Bisnis.com.
Dapat disimpulkan, semakin tinggi tingkat RBC perusahaan asuransi kesehatan, maka finansial perusahaan tersebut akan semakin baik dan risiko gagal bayar pun akan semakin rendah. Namun, tentu saja ada risiko lainnya yang juga perlu dipertimbangkan untuk menentukan bagus atau tidaknya perusahaan asuransi.
Operasional perusahaan asuransi dapat saja kurang optimal jika perusahaan tidak memanfaatkan modal dengan baik atau bahkan tidak digunakan sama sekali, hanya diinvestasikan saja.
Itulah informasi mengenai RBC perusahaan asuransi kesehatan yang bisa menjadi panduan Anda saat ingin membeli produk perlindungan kesehatan.
Seperti dilansir dari BPK, asuransi kesehatan menjadi solusi terhadap biaya kesehatan yang tinggi. Melihat alasan tersebut, maka penting memiliki produk proteksi satu ini.
Editor: Rizqa Leony Putri