PAL Indonesia Targetkan Penjualan Rp2,4 Triliun di 2018
JAKARTA, iNews.id - PT PAL Indonesia (Persero) menargetkan penjualan tahun 2018 sebesar Rp2,4 triliun. Perusahaan yang memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia ini optimistis dapat mencapai target tersebut di mana merupakan dua kali lipat dari realisasi penjualan tahun 2017 yang sebesar Rp1,2 triliun.
"Karena kami meng-improve kemampuan dan meningkat menjadi lebih baik. Regulator itu juga sewa kru, jadi persenjataan dan kontrol," kata Director of Shipbuilding PAL Indonesia, Turitan Indaryo saat ditemui di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (7/2/2018).
Sementara itu, pertumbuhan pada tahun 2017 juga dinilai semakin membaik meski sebelumnya sempat mengalami penurunan. Namun, sejak 2014 perseroan berusaha mengirim semua produk buatannya tepat waktu, bahkan dua tahun belakangan kebanyakan dikirim lebih cepat.
"Alhamdulillah sekarang sudah positif, trennya sudah positif. Sebetulnya memang kita berangkat dari pengalaman ini ya naik turun ya. Dari minus kisaran 400 sekarang surplus beberapa persen gitu, sangat signifikan" ucapnya.
Saat ini perseroan tengah fokus mengerjakan pembuatan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut. Kapal perang tersebut ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2018.
"Saat ini kapal perang, karena pasar kapal niaga sedang menurun. Sejak menurunnya harga minyak. Kami meyakini dengan improvement yang kita lakukan bisa deliver," ucapnya.
Target pasar perseroan di lingkup nasional adalah TNI Angkatan Laut. Sementara, dalam lingkup Asia seperti Philippine Navy dan Malaysian Navy. "Itu kebanggaan lho, jadi artinya gini Malaysia yang dikenal lebih mandiri dalam hal industri pertahanan. Tapi faktanya masih pesat pertumbuhan kita, itu kan fakta yang sesungguhnya," ujarnya.
Kendati demikian ia optimistis dalam menghadapi persaingan usaha dari negara lain seperti China. Sebab, secara teknis dan harga, perseroan dapat berkompetisi di tingkat internasional.
"China juga bersaing tapi faktanya dari proposal teknis maupun harga kita yang terbaik. PT PAL kualitasnya bagus tapi harganya kompetitif jadi kaya menemukan solusi," kata dia.
Editor: Ranto Rajagukguk