Pangkas Biaya, General Motors PHK Ratusan Karyawan
NEW YORK, iNews.id - General Motors (GM) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan pekerja kerah putih atau kantoran. Ini merupakan bagian dari upaya untuk memangkas biaya agar perusahaan tetap kompetitif dalam peralihan ke kendaraan listrik.
"Kami mencari semua cara untuk mengatasi efisiensi dan kinerja," kata Chief People Pfficer GM Arden Hoffman, dikutip dari CNN Business, Kamis (2/3/2023).
PHK tersebut dilakukan pada sejumlah kecil eksekutif global dan karyawan. Seseorang yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, PHK akan memengaruhi ratusan karyawan.
GM baru saja melaporkan rekor laba tahunan 2022. Perusahaan juga mengumumkan rencana untuk mengurangi biaya sebesar 2 miliar dolar AS selama dua tahun ke depan, termasuk memangkas biaya overhead perusahaan secara keseluruhan. Tetapi pada saat itu CEO Mary Barra mengatakan kepada investor, tidak merencanakan PHK.
Gelombang PHK Berlanjut, Ericsson Bakal PHK 8.500 Karyawan
"Kami membatasi perekrutan kami hanya untuk peran yang paling penting secara strategis dan akan melakukan pengurangan untuk membantu mengelola jumlah karyawan secara keseluruhan," ujarnya.
Sementara pernyataan Hoffman kepada karyawanbahwa PHK ini adalah bagian dari pergeseran budaya mendasar untuk menjadi lebih didorong oleh kinerja dan akuntabel.
Disney Akan PHK 7.000 Pekerja demi Hemat Biaya Rp83 Triliun
GM menghabiskan banyak uang untuk mengalihkan produksi dari kendaraan bertenaga bensin tradisional ke kendaraan listrik murni. Meskipun hal itu pada akhirnya akan mengurangi biaya tenaga kerja karena EV tidak membutuhkan banyak jam kerja untuk diproduksi, hal itu membutuhkan investasi awal miliaran dolar AS.
GM menyatakan akan menginvestasikan 35 miliar dolar AS pada tahun ini hingga 2025 untuk beralih ke kendaraan listrik (EV). Targetnya adalah memiliki semua kendaraan penumpang EV pada 2035 mendatang.
Pengguna Turun, Zoom Bakal PHK 1.300 Karyawan dan Para Petinggi Rela Gajinya Dipangkas
Editor: Jujuk Ernawati