Pascabanjir, Layanan Kereta Api Sudah Kembali Beroperasi
JAKARTA, iNews.id – Bencana banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah akibat luapan Sungai Cisanggarung yang sempat membuat akses transportasi kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) terputus kini sudah beroperasi secara normal.
Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, mengatakan dirinya sudah mendapat informasi bahwa sejumlah aktivitas pelayanan transportasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah seperti kereta api sudah dapat beroperasi meski masih terbatas.
“Untuk banjir yang di sekitar Cirebon perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah pada dasarnya sudah kita atasi dan kereta api sudah mulai beroperasi walaupun dengan kecepatan rendah,” kata Menhub di Jakarta, Minggu (25/2/2018).
Menhub juga mengatakan, dirinya akan meninjau secara langsung lokasi banjir tersebut.
Sungai Cisanggarung Meluap, Banjir Kembali Rendam Brebes dan Cirebon
“Hari ini saya akan ke sana kita akan melihat bagaimana kerusakan yang terjadi bagaimana penyebab-penyebab itu terjadi dan saya akan menyusuri sungai itu dan menyusuri tempat-tempat kejadian itu,” kata Menhub.
Dengan peninjauan langsung ke lokasi banjir, Menhub berharap dapat memahami sekaligus memetakan permasalahan secara jelas. Dengan begitu, dia bisa berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebenarnya, kata Menhub, pemerintah sudah mengantisipasi daerah-daerah yang berpotensi longsor.
“Longsor itu menjadi masalah utama dari kereta khususnya oleh karenanya satu sisi memang kita memperkuat bagian-bagian yang berpotensi longsor, kedua kita menyiapkan tim baik dari Kementerian Perhubungan, PT KAI, Kementerian PUPR membantu kita sudah menyiapkan alat berat, material di tempat-tempat yang potensial,” katanya.
Terpisah, Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasi 3 Cirebon, Krisbiyantoro juga mengatakan, sejumlah jalur kereta api yang sempat lumpuh akibat banjir luapan Sungai Cisanggarung di Cirebon, Jawa Barat, sudah dapat dilewati kereta kembali.
"Semua jalur kereta baik dari Cirebon ke Purwokerto dan Cirebon ke Tegal sudah bisa dilewati," katanya di Cirebon, Minggu.
Namun, kecepatan kereta api di jalur yang sempat terendam banjir masih belum seperti biasa, karena masih dalam perbaikan ringan. Salah satunya jalur lintas selatan atau Cirebon ke Purwokerto, yaitu dari arah Jakarta ke Jawa di titik yang sempat terendam kecepatan dibatasi 40 kilometer per jam.
"Sementara untuk arah sebaliknya atau hilir dari Jawa ke Jakarta di jalur selatan baru bisa dilewati dengan kecepatan 5 kilometer per jam," tuturnya.
Jalur utara atau jurusan Cirebon ke Tegal maupun sebaliknya kereta yang akan melintasi jalur sempat terendam harus berkecepatan 20 kilometer per jam, baik dari hulu maupun hilir.
"Akan tetapi kereta yang melintas di kedua jalur tersebut sudah mulai normal kembali," katanya.
Editor: Rahmat Fiansyah