Pedagang Bangkrut, Kios Tanah Abang Diobral Murah
JAKARTA, iNews.id - Pasar Tanah Abang sepi pengunjung sejak dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini menyebabkan, sejumlah kios tutup dan pemiliknya memilih menjual atau menyewakan dengan harga murah.
Salah satu pemilik kios di Tanah Abang, Elie (56), harga kios yang dahulu bisa mencapai Rp500 juta, kini banyak pemilik yang rela melepas kiosnya dengan harga Rp100-200 juta.
"Itu pun enggak ada yang beli," kata dia kepada MNC Portal Indonesia, Kamis, (29/7/2021).
Elie menuturkan, menurunnya harga kios ini disebabkan banyaknya pedagang yang bangkrut, atau sekadar beristirahat sejenak dengan menyewakan kiosnya terlebih dahulu.
Pedagang di Garut Menjerit, Jual Kios karena Tak Sanggup Bayar Cicilan
"Kontrak tadinya harga Rp50 juta, sekarang Rp20 juta. Yang tadi Rp20 juta, sekarang Rp10 jutaan, itu pun masih belum ada yang kontrakin," ujarnya.
Adapun pelonggaran pemerintah terhadap dunia usaha pada PPKM level 4 ini dinilai pedagang Pasar Tanah Abang tidak berpengaruh. Elie mengaku, sejak membuka kiosnya tiga hari lalu, dirinya belum berhasil menjual satu barang pun.
"Saya sudah tiga hari dagang, belum satu pun barang saya yang laku. Gimana mau ada yang beli, masuk pasar Tanah Abang saja perlu persyaratan yang ini itu," ucapnya.
Sementara berdasarkan pantauan di lapangan, di pasar Tanah Abang Blok F lama hingga Blok F 2 lantai 2 memang terlihat minim aktivitas. Beberapa kios tutup dan menempelkan sebuah kertas bertuliskan dikontrakan atau dijual.
Editor: Jujuk Ernawati