Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siap-Siap, Kemenhub bakal Razia Truk ODOL Mulai Pekan Depan di 5 Titik
Advertisement . Scroll to see content

Pembangunan Bandara VVIP IKN Terganggu Hujan, Pengerjaan Proyek Hanya 8 Hari pada Juni

Minggu, 21 Juli 2024 - 14:25:00 WIB
Pembangunan Bandara VVIP IKN Terganggu Hujan, Pengerjaan Proyek Hanya 8 Hari pada Juni
Menhub Budi Karya menyebut pembangunan Bandara VVIP atau Nusantara Airport di IKN terhambat cuaca hujan. (Foto: BKIP Kemenhub)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut pembangunan Bandara VVIP atau Nusantara Airport di Ibu Kota Nusantara (IKN) terhambat hujan. Hal ini membuat pengerjaan proyek tersendat. 

Dia mengatakan, pengerjaan proyek bandara sepanjang Juni 2024 hanya dilakukan sebanyak delapan hari kerja karena cuaca yang tidak mendukung.

“Tetapi memang harus diakui bahwa hari-hari di sana itu hujan terus. Bulan lalu itu satu bulan ada delapan hari saja yang bisa beroperasi (kerja),” ujar Budi Karya saat ditemui di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (21/7/2024). 

Meski masih terkendala, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan kementerian teknis berupaya agar persoalan tersebut bisa diatasi, sehingga tidak mengganggu jalannya pelaksanaan HUT RI pada 17 Agustus di IKN.

Budi Karya menyampaikan akan bertemu Presiden Joko Widodo pada Kamis pekan depan untuk membicarakan persoalan pembangunan Nusantara Airport yang belum rampung, termasuk membahas persiapan HUT ke-79 RI

“Tentang IKN, sedikit saya sampaikan bahwa nanti hari Kamis kami akan diundang oleh Bapak Presiden. Tentu kami berusaha untuk sesuai dengan rencana, untuk (HUT) 17 Agustus,” katanya.

Bandara VVIP IKN sebelumnya ditargetkan bisa beroperasi pada 1 Agustus tahun ini. Proyeksi ini sejalan dengan pembangunan fisik yang mencapai 50 persen.

Sebelum resmi dioperasikan sementara, Bandara VVIP IKN akan melalui tahapan uji coba pada Juli 2024. 

Bandara VVIP IKN memiliki terminal dengan luas 7.350 meter persegi. Sedangkan, luas area mengalami pertambahan menjadi 621 hektare.

Tambahan persediaan tanah ini berasal dari Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik Badan Bank Tanah (BBT) yang diserahkan kepada Otorita IKN melalui penandatangan kerja sama dengan PT Bina Karya (Persero).

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut