Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alasan Rusia Ajukan Banding Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH17 Tewaskan 298 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Akan Hentikan Pendanaan, Malaysia Airlines Terancam Dilikuidasi

Kamis, 08 Oktober 2020 - 15:08:00 WIB
Pemerintah Akan Hentikan Pendanaan, Malaysia Airlines Terancam Dilikuidasi
Pesawat Malaysia Airlines. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

KUALA LUMPUR, iNews.id - Pemerintah Malaysia berencana berhenti mendanai perusahaan induk Malaysia Airlines, Malaysia Aviation Group (MAG) jika negosiasi restrukturisasi utang dengan perusahaan penyewa alias lessor gagal. Negosiasi harus ditempuh di saat MAG kemungkinan tidak dapat membayar utang hingga akhir 2020 karena krisis akibat Covid-19.

MAG telah memperingatkan perusahaan leasing akan hal itu dan meminta agar permohonan keringanan kredit segera diberikan. MAG menyebut, jika negosiasi utang tercapai maka pemerintah Malaysia melalui perusahaan investasi Khazanah Nasional akan membantu proses perombakan keuangan perusahaan, yang disebut sebagai Plan A. Namun jika tidak, maka perusahaan terancam dilikuidasi.

"Jika Plan A gagal, maka Khazanah selaku pemegang saham tunggal MAG akan menghentikan pendanaan dan akan memicu proses penutupan/likuidasi untuk MAG," ujar juru bicara MAG dalam pernyataan resmi perusahaan, dikutip dari Reuters pada Kamis (8/10/2020).

Pihaknya mengatakan, restrukturisasi utang menjadi langkah penting agar perusahaan tetap dapat melanjutkan prospek bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan di masa depan. Pernyatan tersebut muncul beberapa hari setelah grup maskapai itu memohon diberikan keringanan utang kepada lessor, kreditur dan pemasok.

Menurut dokumen terbaru yang ditinjau Reuters, perusahaan dan pemerintah juga tengah mempersiapkan Plan B. Khazanah akan menyuntikkan dana ke Firefly, selaku unit maskapai penerbangan berbiaya rendah milik MAG. Dengan itu, Firefly akan memulai operasi jet baru dalam skala yang jauh lebih kecil dengan fokus pertama pada layanan domestik.

Covid-19 membuat beban MAG semakin berat, di mana perusahaan juga sedang berjuang untuk pulih dari dampak insiden hilangnya pesawat enam tahun lalu. Sejak 2019, perusahaan terus mencari mitra strategis untuk maskapai penerbangannya yang dilanda masalah keuangan dan beban tenaga kerja yang membengkak.    

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut