Pemerintah Sebut Sudah Ada SPBU yang Turunkan Harga BBM Nonsubsidi
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meminta badan usaha untuk mengkaji penurunan harga jual BBM nonsubsidi. Namun, hingga kini masih ada beberapa badan usaha yang masih belum mengajukan usulan harga penurunannya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, sampai saat ini sejumlah badan usaha mulai menurunkan harga BBM nonsubsidi di pasaran seperti PT AKR Corporindo Tbk, PT Garuda Mas Energi, dan PT Vivo Energy Indonesia. Penurunan harganya berkisar antara Rp25-Rp1.000 per liternya.
"Turun Rp25 per liter itu Garuda Mas. Yang hampir Rp1.000 Vivo. Kalau AKR bervariasi. Itu sudah berlaku," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/12/2018).
Namun, Djoko mengakui badan usaha lainnya seperti PT Pertamina (Persero), Shell, dan Total belum menurunkan harga BBM nonsubsidi. Padahal, pemerintah sudah meminta kepada mereka untuk mengajukan penurunan harga. "Pertamina belum, lagi evaluasi," kata dia.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengakui belum ada pengajuan untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina. Pertamina, kata dia, masih mengkaji besaran penurunannya.
"Nanti saja. Ya tidak apa-apa nanti saja, itu business decission. Kita akan mengambil keputusan di saat yang tepat," ucap Nicke.
Sebagai informasi, penurunan harga BBM ini dilakukan pemerintah karena saat ini harga minyak mentah dunia tengah mengalami penurunan tajam. Oleh karenanya, pemerintah menilai harga BBM nonsubsidi harus turun.
Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito sebelumnya mengatakan, Pertamina telah menyetujui permintaan pemerintah tersebut. Namun, Pertamina tidak bisa langsung turunkan harga BBM nonsubsidinya.
"Ya kan tadi sudah sepakat badan usaha sudah dipanggil semua. Hanya kan kalau Pertamina tuh tidak kagetan, kalau kita naik tidak langsung dari naik kalau kita turun tidak langsung turun," ujar Adiatma beberapa waktu lalu.
Pertamina, kata dia, harus menghabiskan stok BBM lama untuk bisa mulai menurunkan harga BBM nonsubsidi. Sebab, stok BBM yang lama masih menggunakan harga minyak mentah dunia versi yang belum anjlok seperti saat ini.
Editor: Rahmat Fiansyah