Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang
Advertisement . Scroll to see content

Pemulihan Ekonomi China Melambat dampak Aktivitas Pabrik Lanjutkan Kontraksi

Rabu, 31 Mei 2023 - 12:10:00 WIB
Pemulihan Ekonomi China Melambat dampak Aktivitas Pabrik Lanjutkan Kontraksi
Pemulihan ekonomi China melambat dampak aktivitas pabrik lanjutkan kontraksi. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Pemulihan ekonomi China melambat akibat aktivitas pabrik di China merosot ke level terlemah sejak negara itu mengakhiri kebijakan zero-Covid pada Desember 2022. 

Data Biro Statistik Nasional China yang dirilis pada Rabu (31/5/20230 waku setempat menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur China turun menjadi 48,8 pada bulan ini dari bulan sebelumnya 49,2. Ini adalah kontraksi kedua dalam beberapa bulan. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan di bawah level itu menunjukkan kontraksi.

Indeks, yang terutama mencakup bisnis besar dan perusahaan milik negara, berada di level terendah sejak Desember tahun lalu. Pemerintah Beijing membatalkan sebagian besar pembatasan pandemi pada awal bulan itu, dan secara efektif mengakhiri kebijakan zero-Covid selama tiga tahun.

PMI non-manufaktur, yang mengukur sentimen di sektor jasa dan konstruksi, turun menjadi 54,5 di Mei dari 56,4 pada April, juga level terlemah dalam empat bulan.

"Pemulihan ekonomi menghadapi tantangan. Permintaan domestik melemah baru-baru ini, sebagian karena pasar properti yang mendingin dan gelombang kedua Covid," kata Presiden dan Kepala ekonom Pinpoint Asset Management Zhiwei Zhang, dikutip dari CNN Business, Rabu (31/5/2023). 

Perekonomian terbesar kedua di dunia ini masih berada di tengah penurunan tajam di pasar properti. China juga bersiap untuk gelombang baru Covid-19.

Ahli epidemiologi China terkemuka, Zhong Nanshan pada pekan lalu memperkirakan bahwa gelombang kedua Covid akan memuncak pada akhir Juni, dengan sekitar 65 juta orang terinfeksi per minggu. Dokter di Beijing mengatakan kepada media pemerintah bahwa proporsi komplikasi serius rendah, begitu pula dengan tingkat rawat inap.

Sementara Zhang menuturkan, permintaan eksternal untuk barang-barang China tidak mendukung pemulihan ekonomi karena Amerika Serikat menghadapi risiko resesi. Data terbaru menunjukkan ekspor China tumbuh 8,5 persen pada April, turun tajam dari bulan sebelumnya yang tumbuh 14,8 persen. Ini menunjukkan permintaan global melambat.

"Sentimen di pasar keuangan cukup bearish," ujarnya.

Perekonomian China mengalami ledakan aktivitas awal setelah pencabutan mendadak pembatasan pandemi tahun lalu. Pada kuartal I 2023, PDB meningkat 4,5 persen dari tahun lalu.

Tetapi momentum telah melambat baru-baru ini karena penjualan ritel, output industri, dan investasi untuk April meleset dari perkiraan para ekonom. PMI manufaktur secara tak terduga menyusut bulan lalu, menghentikan ekspansi tiga bulan berturut-turut di sektor ini. Aktivitas di industri jasa juga mulai mereda pada April.

Tekanan deflasi semakin memburuk karena harga konsumen hampir tidak bergerak selama beberapa bulan terakhir. Kekhawatiran utama lainnya, yakni melonjaknya tingkat pengangguran kaum muda, yang mencapai rekor 20,4 persen pada April.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut