Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Puncak Arus Balik Nataru Hari Ini, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Advertisement . Scroll to see content

Penangan Arus Mudik dan Balik Lebaran Diklaim Baik, Jasa Marga: Berkat Koordinasi Intensif Lintas Sektoral

Minggu, 08 Mei 2022 - 20:00:00 WIB
Penangan Arus Mudik dan Balik Lebaran Diklaim Baik, Jasa Marga: Berkat Koordinasi Intensif Lintas Sektoral
Koordinasi penanganan arus mudik dan balik Lebaran 2022 telah dilakukan PT Jasa Marga dan lembaga terkait selama tiga bulan sebelum Idul Fitri 1443 H. (Foto: dok Jasa Marga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – PT Jasa Marga mengklaim penanganan arus mudik dan balik lebaran 2022 berjalan baik. Hal itu, berkat koordinasi lintas sektoral yang sangat intensif, terutama antara PT Jasa Marga, Kementerian Perhubungan dengan pihak kepolisian.

Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, mengatakan manajemen penanganan arus mudik dan balik lebaran telah dikoordinasikan selama tiga bulan sebelum Idul Fitri 1443 H. 

“Tiga bulan sebelum arus mudik, bahkan sebelum adanya keputusan pelonggaran perjalanan antar kota, kami bersama-sama dengan pemangku kepentingan sudah membahas intensif perencanaan arus mudik, dengan berbagai skenario, untuk mengantisipasi apapun kebijakan Pemerintah Pusat soal mudik," ujar Heru dalam keterangan resminya, Minggu (8/5/2022).

Dia menjelaskan, koordinasi ini dilakukan khususnya dengan Kepolisian atau Korlantas, sebagai pemegang diskresi semua rekayasa lalu lintas, juga dengan semua pemangku kepentingan lain, seperti Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Badan Pengatur Jalan Tol, bahkan dengan dinas-dinas Provinsi, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, dan lain-lain.

"Koordinasi pada level pengambil kebijakan, didukung lagi, dengan dioperasikannya dalam Lebaran tahun ini, konsep Intelligent Transportation System (ITS) yang dimiliki Jasa Marga, di Jasa Marga Tollroad Command Centre (JMTC)," ungkap Heru.

Lebih lanjut Heru memaparkan, JMTC sebagai 'the eye of the tollroad' mengumpulkan seluruh informasi lalu lintas jalan tol melalui beberapa sumber, seperti pantauan 1.913 CCTV, 26 speed camera, 39 CCTV 'analytic traffic counting', 19 RTMS (Remote Traffic Microwave Sensor), 7 WIM (Weigh in Motion). 

Selain itu, juga didukung informasi dari laporan petugas di lapangan serta informasi dari pelanggan melalui call center 14080, untuk selanjutnya diolah dan disampaikan kembali hasilnya kepada pimpinan puncak untuk pengambilan keputusan serta kepada pengguna jalan tol untuk membantu mereka dalam merencanakan perjalanan.

Dia memaparkan, JMTC dilengkapi dengan ATMS (Advanced Traffic Management System), yaitu sebuah sistem yang akan menganalisis kondisi kepadatan di jalan tol dengan menghitung data volume kendaraan, dibandingkan dengan kapasitas jalan tol. 

Pada saat volume kendaraan mendekati kapasitas maksimal suatu ruas, maka sistem akan memberikan peringatan kepada petugas untuk selanjutnya dilakukan rekayasa lalu lintas, seperti : contra flow, ramp metering, atau one way.

Outputnya selain untuk pengambilan keputusan, juga diberikan kepada pengguna jalan tol, melalui 235 buah DMS (Dynamic Message Sign) yang ada di jalan tol Jasa Marga, dan melalui mobile apps Jasa Marga, yaitu “Travoy 3.0”.

Heru menyebut, dalam penanganan arus mudik lebaran, penggunaan JMTC ini membantu dengan menginformasikan secara real time, jika kapasitas lajur atau kapasitas gerbang sudah terpenuhi 60 persen dari kapasitas terpasang, maka akan diambil keputusan oleh Kepolisian sebagai pemegang diskresi, untuk melalukan rekayasa lalu lintas.

Mengingat untuk rekayasa lalu lintas one way, dibutuhkan waktu dua jam untuk melalukan clearance di jalur yang akan dilakukan oneway agar keamanan dan keselamatan pengguna jalan terjaga.

“Saat dilakukan clearance, biasanya kapasitas terus naik, sehingga saat kedatangan lalu lintas mencapai puncaknya, di lapangan penambahan kapasitas melalui oneway atau contra flow sudah digelar dan siap digunakan," tutur Heru.

Sebagai informasi, penggunaan teknologi melalui keberadaan JMTC ini, sejalan dengan inovasi Jasa Marga untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan diatas standar yang ditetapkan Pemerintah, serta mempertahankan posisi jasa Marga market leader dalam industri jalan tol di Indonesia.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut