Pendapatan Berkurang, Driver Taksi Online Keluhkan Perluasan Ganjil Genap

Antara ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 19:40 WIB
Pendapatan Berkurang, Driver Taksi Online Keluhkan Perluasan Ganjil Genap

Pengawasan kebijakan ganjil genap. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Mitra pengemudi (driver) taksi online mengeluhkan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang memperluas ganjil-genap. Kebijakan tersebut dinilai membuat pendapatan mereka berkurang.

"Penerapan ganjil genap sangat memengaruhi (pendapatan). Saat berlaku jam ganjil genap, order sangat sepi. Bahkan banyak calon pelanggan yang membatalkan pesanan karena harus cari jalur alternatif yang jauh," ujar Muhammad Rizky (31), salah satu driver Gocar di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Sebelum ada perluasan ganjil genap, Rizky mengaku bisa mengantongi pendapatan kotor hingga Rp600.000 per hari. Namun, kebijakan ini membuat pendapatannya anjlok hingga 50 persen.

"Apalagi ada usulan ganjil genap diperluas, selain penurunan pendapatan juga bisa tambah macet di jalan-jalan alternatif," kata dia.

Driver Grabcar, Joni Setiawan (42) mengatakan, aturan ganjil genap mengubah pola order, sehingga berpengaruh pada pendapatan harian driver. Dia pun mendukung rencana agar taksi online diberikan stiker khusus.

"Tidak masalah kalau ada penanda taksi online, tapi kita jadi bisa lewat area ganjil genap," kata dia.

Joni mengakui daerah-daerah ganjil genap bakal memberikan peluang besar bagi driver taksi online karena biasanya order sangat tinggi. Dengan begitu, kehadiran stiker diharapkan bisa menjadi solusi bagi driver taksi online.


Editor : Rahmat Fiansyah