Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengusaha Keberatan Produksi Batu Bara Dipangkas Signifikan, Khawatir Berdampak PHK Massal
Advertisement . Scroll to see content

Pendapatan United Tractors Turun 6 Persen di Semester I 2024, Ini Penyebabnya

Jumat, 30 Agustus 2024 - 20:25:00 WIB
Pendapatan United Tractors Turun 6 Persen di Semester I 2024, Ini Penyebabnya
United Tractors menyampaikan penurunan pendapatan sepanjang semester I 2024 disebabkan penurunan kinerja dari mesin konstruksi dan pertambangan batu bara. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan pendapatan hingga semester I 2024. UNTR mengantongi pendapatan sebesar Rp64,5 triliun, turun 6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp68,67 triliun.

Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K Loebis menuturkan, penurunan pendapatan disebabkan oleh penurunan kinerja dari segmen mesin konstruksi dan pertambangan batu bara

“Penurunan pendapatan, ditambah dengan biaya keuangan yang lebih tinggi dan kerugian selisih kurs juga menyebabkan penurunan laba bersih sebesar 15 persen menjadi Rp9,5 triliun dari Rp11,2 triliun di semester pertama tahun lalu,” ujar Sara dalam Public Expose Live 2024 secara daring, Jumat (30/8/2024).

Sementara itu, sampai dengan Juli 2024, volume penjualan alat berat Komatsu mencapai 2.515 unit atau turun 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.551 unit. Penurunan ini disebabkan turunnya permintaan dari sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan. 

Dari total penjualan tersebut, sebanyak 63 persen diserap sektor pertambangan, 14 persen sektor perkebunan, 13 persen sektor konstruksi, dan 10 persen sektor kehutanan. 

Lalu, penjualan produk merek UD Trucks turun 47 persen dari 195 unit menjadi 103 unit, sementara penjualan Scania turun 56 persen dari 526 unit menjadi 229 unit karena turunnya permintaan terutama di sektor pertambangan. 

“Untuk layanan purna jual, pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat turun 10 persen menjadi Rp5,4 triliun sampai dengan semester pertama,” tuturnya.

Pada segmen kontraktor pertambangan, PAMA mencatat peningkatan volume produksi batu bara sebesar 18 persen dari 71 juta ton menjadi 84 juta ton, dan peningkatan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 12 persen dari 625 juta bcm menjadi 699 juta bcm, dengan rata-rata stripping ratio 8,4 kali. 

Sedangkan, PT Tuah Turangga Agung yang menjalankan bisnis pertambangan batu bara, telah menjual batu bara sebanyak 8,5 juta ton, termasuk 2,0 juta ton batu bara metalurgi, meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut