Pendiri IKEA, Ingvar Kamprad Meninggal Dunia
SMALAND, iNews.id - Ingvar Kamprad, pendiri perusahaan raksasa mebel asal Swedia IKEA meninggal pada usia 91 tahun.
Dikutip dari BBC, Kamprad meninggal di rumahnya di Smaland. Dalam pernyataan resmi, IKEA menyebut Kamprad sebagai salah satu pengusaha tersukses di abad 20. Kamprad kerap menerima cercaan karena masa laliunya sebagai salah satu simpatisan Nazi yang dia sebut sebagai salah satu ‘kesalahan terbesar’ dalam hidupnya.
“Tuan Kamprad lahir pada tahun 1926 dan mendirikan Ikea saat berusia 17 tahun. Beliau telah beristirahat dengan damai di rumahnya,” kata Ikea dalam penyataannya, Minggu (28/1/2018).
Brand perusahaan Kamprad selama ini telah terkenal di seantero dunia karena sederhana dan bernilai. Ikea saat ini memiliki 412 toko yang tersebar di 49 negara termasuk Indonesia.
Nama Ikea sendiri merupakan akronim dari identitas si pendiri perusahaan yaitu Ingvard Kampard (nama pendiri), Elmtaryd (nama sawah kecil dekat desa kelahiran Ingvard), dan Agunnaryd (desa kecil dimana Ingvard dilahirkan).
Desainer mebel Jeff Banks menyebut, kreasi Kamprad telah mengubah secara radikal bagaimana orang-orang membuat dan mendesain produk untuk keperluan rumah tangga.
“Orang-orang telah mencoba untuk membuat ulang dan menjiplaknya, tapi tidak pernah sukses,” kata Jeff.
Banks menambahkan, desain produk Ikea yang dijual lewat toko ritel juga merupakan produk daur ulang.
“Kami sangat berduka cita atas kehilangan Ingvar. Kami akan selalu mengingat dedikasi dan komitmennya terhadap banyak. Tidak pernah menyerah, selalu mencoba untuk menjadi lebih baik dan menerapkan kepemimpinan dengan memberi contoh,” kata Torbjorn Loof, Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Presiden Inter Ikea Group seperti dikutip dari The Guardian.
Sejak 1988, Kamprad sudah tidak terlibat dalam manajemen Ikea meski tetap menjadi penasihat perusahaan.
Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, kekayaan Kamprad diperkirakan mencapai 610 miliar kronor Swedia atau setara Rp1.031 triliun pada 2016 menurut pemberitaan media lokal.
Kamprad menikah dua kali. Pada 1973, dia pindah ke Denmark sebelum akhirnya menetap di Swiss untuk mencari wilayah dengan tarif pajak yang rendah. Pada 2014, dia kembali ke kampung halamannya, Swedia.
Editor: Ranto Rajagukguk