Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Advertisement . Scroll to see content

Penjualan iPhone Turun, Apple Mulai Dibandingkan dengan Nokia

Jumat, 04 Januari 2019 - 04:10:00 WIB
Penjualan iPhone Turun, Apple Mulai Dibandingkan dengan Nokia
ilustrasi. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Perlambatan ekonomi yang terjadi di China mulai menggerus penjualan iPhone. Apple selaku pabrikan ponsel dengan logo apel itu mulai dibanding-bandingkan dengan Nokia yang sempat jaya sebelum runtuh.

Analis Goldman Sachs, Rod Hall menyebut, situasi ekonomi di China akan menentukan kelangsungan bisnis Apple. Dia merujuk strategi Nokia pada satu dekade lalu yang tergantung kepada pelanggannya untuk meng-upgrade ponsel mereka di tengah situasi pasar yang sudah jenuh.

"Pelanggan (Nokia) menunda untuk mengganti ponsel mereka lebih lama dan lebih lama lagi dalam situasi ekonomi yang melambat," kata Hall dilansir CNBC, Kamis (3/1/2019).

Dia mengatakan, Goldman sudah memperingatkan bahwa pendapatan Apple tergantung dari situasi ekonomi di China. Setelah Apple memangkas proyeksi pendapatan pada kuartal I-2019, dia yakin Apple akan menurunkan proyeksi pendapatannya untuk setahun penuh.

"Kami melihat potensi penurunan lebih lanjut untuk angka FY19, yang tergantung pada permintaan China di awal 2019," ujar Hall.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya mengumumkan pendapatan Apple pada kuartal I-2019 sekitar 84 miliar dolar AS. Angka ini lebih rendah dari konsensus pasar 91,3 miliar dolar AS. Angka ini juga lebih rendah dari proyeksi Apple sebelumnya yang berkisar antara 89-93 miliar dolar AS.

Apple menyalahkan penurunan tersebut kepada perlambatan ekonomi di China. Akibatnya, saham Apple anjlok 8 persen pada perdagangan kemarin ke 145,12 dolar AS per lembar.

Goldman Sachs memangkas proyeksi harga saham Apple hingga akhir 2019 dari 182 dolar AS menjadi 140 dolar AS. Pendapatan Apple sepanjang 2019 juga diproyeksikan turun hingga 6 persen menjadi 253 miliar dolar AS.

"Kami telah memperingatkan soal isu permintaan China sejak akhir September dan petunjuk yang dirilis Apple telah mengonfirmasi pandangan kami. Kami pesimis situasi akan membaik pada Maret dan akan tetap hati-hati dalam melihat hal ini," ujar Hall. 

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut