Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengirim Ancaman Bom Pesawat Saudi yang Bawa Jamaah Haji Terdeteksi di India
Advertisement . Scroll to see content

Penuhi Syarat Arab Saudi, Bio Farma Usul Calon Jamaah Haji RI Divaksin Ulang dengan AstraZeneca

Selasa, 25 Mei 2021 - 20:10:00 WIB
Penuhi Syarat Arab Saudi, Bio Farma Usul Calon Jamaah Haji RI Divaksin Ulang dengan AstraZeneca
Ilustrasi Jamaah Haji.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bio Farma (Persero) mengusulkan calon jamaah haji Indonesia divaksin ulang dengan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca, agar dapat memenuhi syarat yang ditetapkan otoritas Arab Saudi terkait penyelenggaraan Ibadah Haji. Hal itu berlaku bagi calon jamaah haji yang sebelumnya sudah mendapat vaksin Covid-19 produksi Sinovac

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir, mengatakan vaksinasi Covid-19 yang diperbolehkan pemerintah Arab Saudi bagi calon jamaah haji adalah vaksin yang diproduksi produsen farmasi asal Eropa dan Amerika Serikat (AS), yakni vaksin Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. 

Pasalnya, produsen dari ketiga jenis vaksin tersebut sudah menerima sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara, vaksinasi di Tanah Air masih didominasi oleh penggunaan vaksin Sinovac yang belum mengantongi sertifikat WHO. 

Terkait dengan itu, Bio Farma memberikan opsi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) agar calon jamaah haji Indonesia diberikan vaksin Astrazeneca, meski sudah divaksinasi dengan vaksin Sinovac.

"Saat ini ada 1.389.600 dosis vaksin AstraZeneca di Bio Farma. Ini mungkin bisa menjadi opsi, tinggal diatur apakah jamaah yang sudah mendapat vaksinasi Sinovac mungkin bisa divaksin ulang dengan vaksin AstraZeneca," ujar Honesti, Selasa (25/5/2021). 

Menurut dia, opsi tersebut akan diskusikan dengan BPOM dan Komnas KIPI, agar ada pertimbangan ahli mengenai pemberian vaksin ulang secara khusus bagi calon jamaah haji Indonesia. 

Honesti menjelaskan, vaksin di Indonesia yang sudah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari WHO, tercatat baru Sinopharm. Namun, vaksin ini baru digunakan dalam program vaksinasi gotong royong. Sementara Sinovac sendiri akan menerima EUA pada pekan kedua Juni 2021 mendatang. 

"Memang kita sedang berproses, seperti Sinopharm itu sudah mendapat EUA dari WHO. Sinovac juga lagi berproses dan kemarin kami masih berkomunikasi dengan Sinovac memang ada satu data lagi yang diminta WHO, tapi mereka optimis minggu pertama atau kedua Juni mereka akan melakukan EUA dari WHO," ungkap Honesti.

Strategi lain yang diusulkan manajemen Bio Farma adalah upaya diplomasi pemerintah Indonesia dengan otoritas Arab Saudi. Honesti membeberkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Agama (Kemenag) terkait langkah negosiasi tersebut. 

Negosiasi Indonesia kepada Arab Saudi perlu dilakukan agar vaksinasi Covid-19 di dalam negeri masuk dalam syarat perjalanan haji. Sebab, kebijakan otoritas negara setempat di tengah pandemi Covid-19 dengan membatasi jenis vaksin, hanya akan memberikan kendala bagi negara-negara muslim, terutama Indonesia yang memiliki jamaah haji terbesar di dunia. 

"Jadi memang diplomasi antar negara dan kami juga sudah berdiskusikan dengan Kemenlu, Kemenkes dan Kementerian BUMN dan Kemenag, bagaimana diplomasi ini bisa dilakukan dan menjadi pertimbangan bagi pemerintah Arab Saudi untuk memberikan keringanan," tutur Honesti. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut