Perbaiki Pencatatan Ekspor-Impor, BP Batam Akan Gunakan Teknologi Blockchain

Rully Ramli ยท Rabu, 29 Mei 2019 - 17:24 WIB
Perbaiki Pencatatan Ekspor-Impor, BP Batam Akan Gunakan Teknologi Blockchain

Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan perusahaan teknologi Singapura, PLMP Fintech dan PT Central Distribusi Batam. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan perusahaan teknologi Singapura, PLMP Fintech dan PT Central Distribusi Batam. Kerja sama ini fokus mengenai penyediaan teknologi Blockchain untuk BP Batam.

Kepala BP Batam Edy Putra Irawady mengatakan, dengan adanya teknologi Blockchain pihaknya dapat memperbaiki aktivitas pencatatan ekspor dan impor. Hal ini kemudian diharapkan mampu meningkatkan efisiensi aktivitas dagang nasional.

"Kita yakini teknologi blockchain memberikan efisiensi. Bisa saya bayangkan ini di logistik memiliki future trading, baik peta fisik ini akan save cost dan meningkatkan security," ujar dia di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Edy mengakui bahwa saat ini pengusaha masih perlu menggelontorkan biaya yang cukup tinggi terkait dengan logistik. Ia yakin, melalui kerja sama ini mampu mengatasi permasalahan tersebut.

"Jadi blockchain ini untuk memadukan demand and supply untuk logistik. Bukan hanya logistik dari segi transportasi atau pendistribusian tetapi juga ketika pengadaannya," ujarnya.

Banyak perusahaan yang menilai kerja sama ini sangat potensial untuk mengembangkan usahanya. PT Sarinah (Persero) menjadi salah satu contoh perusahaan yang sepakat bekerja sama dengan BP Batam untuk mengembangkan sistem pengiriman, pengembangan factory outlet, dan pusat pelayanan berikat ekspor.

"Kami bekerja sama dengan BP Batam terkait pengelolaan delivery, pengeloaan factory outlet, kita lagi mau bangun di sana. Kemudian juga mengembangkan pusat layanan berikat ekspor, jadi kita melakukan kegiatan ekspor impor di batam," ujar Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta.


Editor : Ranto Rajagukguk