Perbedaan BUMN di Indonesia dengan Negara Lain

Aditya Pratama ยท Minggu, 16 Agustus 2020 - 20:07 WIB
Perbedaan BUMN di Indonesia dengan Negara Lain

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan perbedaan perusahaan pelat merah Indonesia dengan negara lain. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan perbedaan perusahaan pelat merah Indonesia dengan negara lain. Dia menyebut, perbedaan mendasar terlihat pada peran BUMN yang menjadi pondasi dan platform terhadap layangan publik serta dukungan terhadap usaha ultra mikro.

"Yang menarik, ketergantungan dari layanan publik dan dukungan kepada ultra mikro dan orang miskin di Indonesia termasuk UKM, BUMN jadi pondasi dan platform untuk pendukungnya," ujar Erick dalam diskusi virtual, Minggu (16/8/2020).

Mantan presiden klub Internazionale ini mencontohkan peran BUMN dalam situasi sulit akibat Pandemi Covid-19. Banyak pelaku UKM yang terdampak, namun karena ada hubungan erat antara BUMN dapat membantu pengusaha kecil di tengah situasi sulit.

"Kita bisa lihat bagaimana Bank Mandiri, walaupun dia bank korporasi tetapi tetap membantu UKM. Kalau kita bicara BRI tidak usah dibicarakan sudah pasti jelas. PNM (Permodalan Nasional Madani) dengan ultra mikronya dengan program daripada Mekaar UMI-nya, di mana ibu-ibu tanpa agunan diberikan bantuan Rp2 sampai Rp10 juta. Tentu ini yang membedakan dengan negara-negara lain," kata Erick.

Selain itu, dia menyebut BUMN banyak sekali mendapat penugasan-penugasan yang diberikan pemerintah. Di sisi lain, BUMN juga harus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kementerian lain dalam tugasnya.

"BUMN tidak diam, tapi memastikan strategis nasional kita dukung, kita percepat, di luar proyek-proyek BUMN sendiri yang sudah berjalan. Misalnya, B30, Petrokimia, supaya kita bisa proteksi supply chain-nya," ujar Erick.

Editor : Dani Dahwilani