Perindo Apresiasi Kesungguhan Pemerintah Bantu Pencari Kerja Lewat Program Kartu Prakerja
JAKARTA, iNews.id - Partai Perindo mengapresiasi kesungguhan pemerintah dalam membantu pencari kerja melalui Program Kartu Prakerja yang kini telah memasuki gelombang ke-52.
Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan DPP Partai Perindo, Yerry Tawalujan, menyambut positif pembukaan pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang 52 yang efektif hari ini, Kamis (11/5/2023).
"Program Kartu Prakerja yang sudah dilaksanakan sampai gelombang ke-52 ini merupakan bukti keseriusan Pemerintah untuk membantu masyarakat khususnya para pencari kerja. Partai Perindo memberikan apresiasi atas kesungguhan Pemerintah menjalankan program ini," kata Yerry saat dihubungi, Kamis (11/5/2023).
Meski demikian, legislator Partai Perindo menilai tantangan ke depan untuk pencari kerja dan kelompok masyarakat usia produktif karena dalam mencari lapangan pekerjaan akan semakin sulit.
Cerita Menko Airlangga Diminta Jokowi Buat Kartu Prakerja hingga Jadi Program Andalan
Dia mengatakan, program Kartu Prakerja memberi peluang pencari kerja untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri, tanpa bergantung pada pekerjaan formal. Hal itu, sejalan dengan visi Partai Perindo yang peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera.
Yerry menjelaskan, penciptaan lapangan kerja sangat penting, mengingat kemajuan teknologi telah berakibat pada efisiensi pekerjaan. Karena semakin banyak tugas yang dapat dilakukan dengan pemanfaatan teknologi tinggi, sehingga tidak lagi memerlukan banyak tenaga kerja.
Program Kartu Prakerja Habiskan Rp59 Triliun Selama 3 Tahun, Manajemen: Disalurkan Tanpa Korupsi
"Dengan bantuan teknologi maka pekerjaan yang biasanya perlu dilakukan oleh 10 orang dapat dikerjakan oleh tiga orang saja. Artinya kebutuhan tenaga kerja secara kuantitatif makin berkurang, tapi secara kualitatif persyaratannya makin tinggi," ujar Yerry.
Bacaleg DPR RI Partai Perindo yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu
menambahkan, Pemerintah perlu mengevaluasi secara berkala program-program pelatihan tenaga kerja yang telah dilaksanakan, lalu meningkatkan mutu dan kualitas pelatihannya.
Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan SDM dalam mengoperasikan teknologi yang setiap waktu mengalami pembaharuan.
"Jika SDM kita tidak diberdayakan, bonus demografi dengan adanya jumlah usia produktif yang tinggi bisa berbalik menjadi bumerang. Bisa menjadi pencari kerja abadi alias penganguran yang menjadi beban negara," ungkap Yerry.
Sebagai informasi, Program Kartu Prakerja gelombang 52 resmi dibuka sejak Selasa, 9 Mei 2023. Hal ini disampaikan oleh pelaksana Program Kartu Prakerja melalui akun resminya.
Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
Editor: Jeanny Aipassa