Perputaran Uang Saat Lebaran 2023 Diprediksi Capai Rp150 Triliun, Ekonom: UMKM Untung Besar
JAKARTA, iNews.id — Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, mengatakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan menuai untung besar dari transaksi selama libur Lebaran 2023. Pasalnya, perputaran uang selama momen mudik dan libur lebaran 2023 diproyeksi mencapai Rp150 Triliun.
Menurut dia, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan sangat diuntungkan melalui perputaran uang yang tinggi pada momentum ini. Nailul mengatakan, hal tersebut berkaitan dengan jumlah uang yang dibelanjakan pemudik yang diprediksikan pemerintah meningkat 14,2 persen atau mencapai 123,8 Juta orang.
“Bayangkan dari 123 juta orang itu, mereka rata-rata menghabiskan Rp1 juta selama mudik. Tentu perputaran uangnya akan sangat besar,” ujar Nailul Huda kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (15/4/2023)
Dia menjelaskan, UMKM yang paling diuntungkan adalah pelaku yang berjualan di titik kepadatan, seperti rest area dan tempat wisata. Kendati demikian, efek berganda (multiplier effect) juga akan turut dirasakan bagi pelaku usaha lainnya yang menjadi produsen dari pelaku umkm tersebut.
“Misalnya, kedai bakmi, produsen tepung terigu tentu diuntungkan karena permintaan meningkat, jadi perputarannya tidak berfokus pada satu titik,” ungkapnya.
Selain itu, perputaran uang pada momentum lebaran 2023 tentunya berhubungan dengan pencabutan kebijakan pembatasan PPKM dan momentum pemulihan ekonomi yang mendorong tingginya tingkat belanja atau konsumsi masyarakat.
“Selain itu, masyarakat mendapatkan tunjangan hari raya (THR), tentu mendorong tingkat konsumsi masyarakat,” ujarnya.
Walaupun demikian, Nailul mengatakan dampak dari ekonomi tersebut biasanya terjadi hanya sementara atau jangka waktu yang pendek. Dengan demikian, pemerintah dianggap bisa melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkanh momentum tersebut dengan melibatkan pelaku UMKM.
“Saya lihat beberapa instansi pemerintah sudah melakukan bazaar yang melibatkan UMKM, itu merupakan strategi yang bagus. Tapi sebenarnya tanpa intervensi pemerintah juga bisa, karena ini mekanisme pasar,” tuturnya.
Editor: Jeanny Aipassa