Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ikuti Investor Reward Program 2026 Berhadiah Total Lebih dari Rp250 Juta!
Advertisement . Scroll to see content

Pertama Kali, Koperasi Catatkan Saham di Bursa Efek

Senin, 18 Desember 2017 - 15:22:00 WIB
Pertama Kali, Koperasi Catatkan Saham di Bursa Efek
Foto Kementerian Koperasi dan UKM
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan emiten baru. Kali ini, Koperasi Simpan Pinjam Jasa Pekalongan melalui anak usahanya, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi mencatatkan diri sebagai ke-34 dengan menawarkan saham perdana kepada publik atau initial public offering (IPO) dengan kode saham JMAS.

Pencatatan saham perdana JMAS tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT JMAS Ibrahim, Ketua Kospin Jasa Pekalongan Andy Arslan Djunaid, serta Direktur BEI Samsul Hidayat. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Pusypayoga juga hadir dalam acara tersebut.

"Ini adalah impian saya sebagai Menteri Koperasi dan UKM, dimana koperasi itu usahanya bisa masuk bursa efek. Hari ini sudah terjawab oleh koperasi Kospin Jasa, anak perusahaannya yang bergerak di asuransi jiwa, hari ini sudah masuk bursa efek dan spektakuler, hari ini langsung naik 70 persen, " ujar Puspayoga, Senin (18/12/2017)

JMAS melepas saham sebanyak 1 juta lembar dengan komposisi 600 ribu saham untuk pendiri dan 400 ribu saham dijual untuk publik. Perseroan menetapkan harga Rp140 per lembar saham saat pembukaan. Tak lama kemudian, saham JMAS langsung naik 70 persen menjadi Rp238 per lembar saham.

Menurut Puspayoga, naiknya harga saham tersebut menunjukkan bahwa masyarakat, dalam hal ini investor, percaya terhadap koperasi. Dia pun mendorong koperasi lain untuk masuk BEI karena konsep bursa hampir sama dengan koperasi dimana entitas akan menjadi perusahaan terbuka sehingga siapapun bisa menjadi pemegang saham.

"Saya mendorong terus, mudah-mudahan tahun depan akan ada lagi koperasi yang bisa masuk bursa," kata Menteri Puspayoga.

Sementara itu Direktur BEI, Syamsul Hidayat mengapresiasi langkah koperasi yang berani masuk bursa. Samsul mengatakan, perusahaan yang masih dalam skala UKM seharusnya masuk bursa sehingga bisa tumbuh dengan mendapatkan pendanaan dari para investor bursa.

"Tidak perlu besar dulu baru masuk bursa, namun di bursa adalah tempat bagi UKM untuk besar," ucapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Industri Keuangan Non-Bank Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mochammad Muchlasin mengatakan OJK juga mengapresiasi masuknya koperasi dalam industri perasuransian. Menurutnya, pendirian asuransi ini mendukung kegiatan pembiayaan yang dilakukan oleh Kospin Jasa Pekalongan.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut