Pertamina Kejar Target Nilai Pasar Rp1.420 Triliun di 2024, Erick Thohir : Kita Bisa
JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) fokus mengejar target menjadi perusahaan dengan market value atau nilai pasar sebesar 100 miliar dolar AS atau Rp1.420 triliun dan menjadi global energy champion pada 2024 mendatang.
Untuk mencapai target itu, perseroan melakukan sejumlah strategi. Salah satunya yang baru dilaksanakan adalah dengan meresmikan enam Subholding yang digelar Pertamina melalui tema “Moving Forward Becoming Global Energy Champion”.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, selama 8 bulan ini, Kementerian BUMN terus melakukan transformasi BUMN termasuk 88 proyek strategis BUMN hingga 2023 yang telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
“Dari 88 proyek yang kita targetkan itu, Alhamdulillah di tahun ini 90 persen terjadi. Ini tentu banyak dari transformasi ini ada di Pertamina," kata Erick dalam keterangannya, Jumat (10/9/2021).
Dia menjelaskan, Presiden Jokowi berharap Pertamina terus meningkatkan pelayanan publik. Namun terpenting adalah membangun ekosistem agar BUMN migas itu bisa bersaing dan mendorong value added.
Dia juga mengingatkan agar lompatan-lompatan yang sudah berjalan saat ini tetap terjaga dan sesuai dengan 5 Key Performance Indicator di Kementerian BUMN, yakni menyeimbangkan antara korporasi dan pelayanan publik, kembali kepada core business dan menjadi excellent, inovasi digital dan R&D untuk menjadikan Pertamina Technology Company, dan transformasi Human Capital.
“Buktikan kepada dunia, Indonesia juga bisa punya perusahaan yang valuasinya mencapai 100 miliar dolar AS. Kita bisa, dan saya yakin legacy ini untuk kita semua. Saya memastikan transformasi akan tetap berjalan karena ini bagian terpenting buat kita sebagai bangsa besar. Tidak mungkin kita akan terus menjadi bangsa besar kalau tidak ada ketahanan energi,” ujar Erick.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, holding migas yang dibentuk sejak 2018 terus berjalan. Walaupun tahun lalu dunia diterpa pandemi Covid-19, namun sesuai arahan pemegang saham, agenda transformasi tidak boleh berhenti, bahkan harus dipercepat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri selaku pemegang saham yang membawa agenda ini ke rapat-rapat sesama kementerian maupun ke Ratas, sehingga berbagai regulasi akhirnya berhasil kita dapatkan pada akhir Agustus kemarin,” ucap Nicke.
Menurutnya, transformasi yang dijalankan Pertamina sejalan dengan global transition yang terjadi, di mana pemerintah memberikan komitmennya untuk melakukan transisi energi sesuai dengan Paris Agreement. Untuk itu, Pertamina harus mendukung langkah ini mengingat Pertamina adalah satu-satunya perusahaan milik negara yang terintegrasi dari hulu ke hilir yang menjadi andalan dan memberikan kontribusi besar dalam suplai energi bagi negara.
Senada dengannya, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan optimismenya dalam restrukturisasi Pertamina, termasuk transformasi SDM baik di Holding maupun Subholding. Selain dukungan performa manajemen dan SDM yang berkualitas, Pertamina juga terus mengembangkan bisnis proses yang terdigitalisasi, antara lain melalui Pertamina Integrated Command Center, digital signature, digitalisasi SPBU, dan aplikasi MyPertamina.
“Kita bersyukur, saya ditugaskan di sini dengan rekan dekom, kita telah berhasil meyakinkan kerja sama dengan baik dengan direksi. Sekarang sudah ada procurement secara digitalisasi kita kontrol dengan baik, kita juga sudah ada tanda tangan disposisi digital jadi kita bisa bebas bekerja di mana-mana dan Pertamina sangat baik, pengelolaan SDM juga semakin membaik," tuturnya.
Dia menambahkan, Pertamina mendukung terus transformasi organisasi dan pengelolaan SDM, termasuk dengan memastikan adanya sistem penilaian dan pemberian remunerasi pekerja yang adil dengan berbasis kinerja (performance based).
"Saya bilang Pertamina paling top,” imbuhnya.
Editor: Jujuk Ernawati