Perusahaan Fashion Gap Catat Kerugian Rp13,1 Triliun karena Covid-19

Djairan ยท Jumat, 05 Juni 2020 - 11:03 WIB
Perusahaan Fashion Gap Catat Kerugian Rp13,1 Triliun karena Covid-19

Perusahaan fashion raksasa asal Amerika Serikat (AS), Gap Inc, pada Kamis (4/6/2020) melaporkan kerugian kuartal I 2020 mencapai Rp13,1 triliun. (Reuters)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Perusahaan fashion raksasa asal Amerika Serikat (AS), Gap Inc, pada Kamis (4/6/2020) melaporkan kerugian kuartal I 2020 mencapai Rp13,1 triliun. Kerugian besar tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang memaksa perusahaan menutup toko-toko retailnya.

Kondisi itu disertai dengan turunnya saham Gap sekitar 8 persen setelah pengumuman jumlah kerugian tersebut. Gap yang bermarkas di San Francisco, yang mengoperasikan hampir 2.800 toko retailnya di Amerika Utara, mengatakan 55 persen dari toko yang dioperasikan tengah berupaya meningkatkan penjualan via online.

CEO Gap Sonia Syngal mengatakan, merek pakaian Gap yang terbilang mahal, seperti Banana Republic tidak berhasil menopang laba perusahaan. Hal itu dikarenakan pelanggan lebih memilih membeli pakaian kasual, di mana saat ini orang-orang hanya tinggal dan berdiam di rumah selama pandemi Covid-19.  

“Namun, merek pakaian yang terjangkau, seperti Old Navy dan Athleta, menunjukkan tanda-tanda permintaan yang menjanjikan,” ujar Sonia Syngal dikutip dari Reuters, Jumat (5/6/2020).

Para peritel Gap saat ini tengah merampingkan jumlah toko ritelnya, dengan memprioritaskan penutupan beberapa toko Gap dan mencari konsesi sewa yang dirasa memberatkan saat ini.

Gap melaporkan, kerugian bersih mencapai Rp13,1 triliun hingga 2 Mei 2020. Jumlah tersebut termasuk kerugian sebesar Rp6,8 triliun pada toko dan aset sewa, serta Rp3,3 triliun pada kelebihan persediaan pakaian yang tak mencapai target penjualan.

Sementara itu, penjualan bersih turun 43 persen menjadi Rp29,7 miliar dari Rp52,3 triliun pada periode sebelumnya. Menurut data IBES dari Refinitiv, analis telah memperkirakan kerugian Gap mencapai 67 sen per saham serta capaian pendapatan sebesar Rp32,3 triliun.

Editor : Ranto Rajagukguk