Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonomi Digital Berkembang, Pajak Aset Kripto Tembus Rp1,81 triliun
Advertisement . Scroll to see content

Perusahaan Investasi Kripto 3AC Bangkrut: Pendirinya Kabur, Aset Dibekukan Pengadilan

Kamis, 14 Juli 2022 - 08:37:00 WIB
Perusahaan Investasi Kripto 3AC Bangkrut: Pendirinya Kabur, Aset Dibekukan Pengadilan
Perusahaan investasi kripto 3AC bangkrut: pendirinya kabur, aset dibekukan pengadilan. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Hakim di pengadilan kepailitan New York membekukan aset yang tersisa dari perusahaan dana lindung (hedge fund) kripto Three Arrows Capital karena pendirinya kabur.

Perusahaan yang didirikan hampir satu dekade lalu itu beberapa bulan lalu mengelola aset 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp150 triliun. Namun sekarang, dua pendirinya, Zhu Su dan Kyle Davies bersembunyi dari kreditur yang marah karena menginginkan uang mereka kembali. 

Sebelum pengajuan kebangkrutan, pengadilan di British Virgin Islands memerintahkan dana yang terkepung dilikuidasi untuk membayar kembali utangnya. Hakim Martin Glenn dari Distrik Selatan New York mengabulkan mosi darurat pada Selasa (12/7/2022) untuk membekukan aset Three Arrows. 

Glenn mencatat dalam keputusan tertulis, hanya likuidator kepailitan yang ditugaskan yang memiliki wewenang untuk mengalihkan, membebani, atau dengan cara lain melepaskan aset debitor yang berada di dalam yurisdiksi teritorial Amerika Serikat (AS).

Sebagai bagian dari keputusan Glenn, firma penasihat global Teneo, yang ditugaskan untuk mengelola likuidasi, juga diberikan izin untuk memanggil pendiri Three Arrows, serta bank, bursa kripto, dan lembaga, serta perusahaan lain yang memiliki bisnis dengan perusahaan.

Perhatian utama adalah Three Arrows, yang juga dikenal sebagai 3AC, dan tim kepemimpinannya mungkin menyedot dana sebelum likuidasi formal. Coindesk melaporkan, Zhu ingin menjual propertinya di Singapura senilai 35 juta dolar AS, dan ada laporan tentang setidaknya satu transfer aset digital lainnya dari non-fungible token (NFT) yang dipegang oleh perusahaan tersebut.

"Bagian penting dari mosi ini adalah untuk memberi tahu dunia bahwa likuidatorlah yang mengendalikan aset debitor pada tahap ini," kata pengacara yang mewakili Teneo, Adam Goldberg dalam sidang Selasa lalu, dikutip dari CNBC International, Kamis (14/7/2022).

Dia mengatakan, likuidator sedang mencari dokumen seperti laporan rekening dan informasi dompet digital. Alasan utama tindakan agresif tersebut karena keberadaan fisik Zhu dan Davies yang saat ini tidak diketahui. Para kreditur juga menyatakan likuidator di Singapura menemukan kantor 3AC kosong, dengan beberapa layar komputer yang tidak aktif.

Tetapi setelah hampir sebulan absen dari Twitter, Zhu memecah keheningannya di Twitter Selasa pagi. Dia menulis upaya perusahaan untuk bekerja sama dengan kreditur. Dari akun terverifikasinya, Zhu membagikan tangkapan layar email yang dikirim oleh pengacaranya kepada penasihat yang mewakili likuidator. 

Dalam pesan tersebut, pengacara menulis bahwa keluarga pendiri 3AC telah menerima ancaman kekerasan fisik. Dia juga mengatakan, Zhu dan Davies telah bekerja di bawah banyak tekanan waktu.

Dalam email tersebut, Daniel, pengacara mereka, mengatakan, dia melampirkan spreadsheet dengan rincian aset perusahaan dan mengatakan akan memberikan informasi tambahan tentang aset perusahaan secara bergulir.

Sementara itu, Goldberg mengatakan, selama persidangan, informasi yang diberikan kepada timnya sama sekali bukan bentuk kerja sama yang memadai.

Adapun Nic Carter dari Castle Island Ventures, yang berinvestasi di perusahaan berbasis blockchain mengatakan, proses kasus tersebut pada akhirnya bisa memakan waktu bertahun-tahun. Dia juga mengatakan, kasus ini sangat kompleks karena melibatkan entitas di Dubai, Singapura, dan lokasi lainnya.

"Tingkat koordinasi yang diperlukan untuk menyatukan proses hukum di sini sangat signifikan,” ujar Carter.   

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut