Perusahaan Sawit Wajib Berkantor Pusat di RI, Kemenperin Sebut Untungkan Negara

Advenia Elisabeth ยท Selasa, 31 Mei 2022 - 08:55:00 WIB
Perusahaan Sawit Wajib Berkantor Pusat di RI, Kemenperin Sebut Untungkan Negara
Perusahaan sawit wajib berkantor pusat di RI, Kemenperin sebut untungkan negara. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan untuk mewajibkan semua perusahaan sawit memiliki kantor pusat di Indonesia. Menanggapi hal itu, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan merupakan langkah yang tepat dan menguntungkan negara. 

Menurutnya, Indonesia bisa menikmati setidaknya Rp750 triliun dari sektor kelapa sawit. Sekitar Rp500 triliun dari nilai ekonomi itu dihasilkan dari ekspor minyak sawit dan turunannya.

"Bisa dibilang kita adalah net eksportir minyak nabati dan turunan CPO (crude palm oil/ minyak sawit mentah). Jika sudah begitu potensinya, pendataan mesti kita benar-benar lakukan, mulai dari hulu di kebun hingga pengolahan CPO, RBDP olein, dan RBDP oil, juga biofuel, oleochemical, hingga oleofood," kata Putu di Jakarta, Senin (30/5/2022).

Maka dari itu, dia menuturkan, pendataan menyeluruh dibutuhkan untuk mengetahui neraca persawitan di Indonesia. Sehingga diperlukan perusahaan berkantor pusat di Indonesia.

"Kalau kita bisa dapat neracanya dan juga kalau perusahaannya di Indonesia, pajaknya kita dapat," ujarnya.

Selain itu, Putu juga menilai rencana Menko Marves melakukan audit besar-besaran pada sektor sawit hingga mewajibkan kantor pusat di Indonesia akan membuka peluang Indonesia mendapat nilai tambah lebih dari industri sawit. 

"Kita bisa dapat nilai tambah lebih banyak. Kalau headquarter-nya di sini kan akan beda. Sebagai gambaran tahun 2021, kita mendapat Rp86 triliun dari pungutan ekspor sawit dan dari pajak-pajaknya sekitar Rp20-an triliun. (Total) Lebih Rp100 triliun. Ya tentu akan bertambah (kalau kantor pusat diwajibkan di Indonesia," tutur Putu.

Editor : Jujuk Ernawati

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda