Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dirut Garuda Buka Suara soal Viral Kabar Awak Kabin Patah Tulang usai Pesawat Turbulensi
Advertisement . Scroll to see content

Pesawat Retak, Garuda Indonesia Klaim Ganti Rugi ke Boeing

Kamis, 31 Oktober 2019 - 17:58:00 WIB
Pesawat Retak, Garuda Indonesia Klaim Ganti Rugi ke Boeing
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengajukan klaim atas kerugian yang dialami ke pihak Boeing. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengajukan klaim atas kerugian yang dialami ke pihak Boeing. Hal ini terkait satu pesawat Boeing 737 NG yang mengalami keretakan dan akhirnya berhenti beroperasi (grounded) sementara.

“Khusus spesifikasi ini, kami ajukan klaim ke Boeing bahwa kita sedang membicarakan untuk kita sampaikan. Selama kita grounded ini kita ada kerugian. Tidak mendapatkan revenue dari penumpang,” kata Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto saat ditemui di Rapat Umum Anggota (RUA) Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca) di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Iwan mengatakan, Garuda memiliki tiga jenis pesawat Boeing 737 NG, namun yang diindikasi mengalami keretakan hanya satu pesawat.

Terkait satu pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang dimiliki Garuda dan saat ini dihentikan operasinya, Iwan mengatakan tengah dilakukan inspeksi mendalam (prolonged inspection).

Inspeksi itu tetap dilakukan selagi menunggu keputusan dari pihak perusahaan manufaktur, dalam hal ini Boeing dan otoritas penerbangan Amerika Serikat Federal Aviation Administration (FAA).

Prolonged inspection itu melakukan pembersihan, menambah oli karena belum ada kepastian dari Boeing atau FAA,” katanya.

Meskipun dihentikan operasinya, Iwan memastikan bahwa pesawat tersebut harus tetap terawat. “Ada yang tiga bulan sekali, sebulan sekali. Sesuai prosedur kita lakukan. Bagaimana pun harus terjaga satu pesawat ini,” katanya.

Iwan mengaku sudah membicarakan kelanjutan nasib pesawat Boeing 737 Max 8 ini. Namun, saat ini pihaknya dalam posisi masih menunggu pernyataan resmi dari kedua pihak tersebut, yakni Boeing dan FAA.

Setelah Boeing 737 Max 8 resmi beroperasi lagi, Iwan pun mengatakan pihaknya akan melihat dulu selama enam bulan baru memutuskan apakah akan mengoperasikan pesawat itu lagi atau tidak.

“Kita tetap akan lihat dulu, enggak serta merta terbangkan. Mereka sedang dapatkan skema. Kita mau lihat dulu pembuktian bahwa setelah diperbaiki masalah tidak ada masalah,” katanya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut