PetroChina Siapkan Capex 56,9 Juta Dolar AS Aktifkan Blok Migas
JAKARTA, iNews.id – PetroChina, salah satu perusahaan hulu migas nasional segera mengaktifkan kembali blok migas yang tak beroperasi. Untuk itu, perusahaan hulu migas asal China tersebut akan menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar 56,9 juta dolar Amerika Serikat (AS), dan opex 286,3 juta dolar AS.
Angka tersebut lebih besar dibanding capex dan opex yang dihabiskan pada tahun 2017 menunjukan komitmen untuk memperluas bisnis di Indonesia. "Kami siap untuk semua peluang, baik itu hulu dan hilir, onshore dan lepas pantai, kerja sama domestik atau internasional," kata Presiden PetroChina, Gong Benchai dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (9/1/2018).
Adapun blok-blok yang rencananya akan diaktifkan kembali, yaitu blok Bangko di Jambi, yang sudah lama tertunda pengoperasiannya. Selain itu, perusahaan juga menyampaikan keinginannya untuk berinvestasi di Blok Jabung.
Demikian juga dengan blok-blok yang mendekati akhir kontrak diharapkan dapat diperpanjang. "Beberapa blok kami mendekati akhir kontrak, tapi kami harap kami dapat terus mengoperasikannya atau diberi kesempatan lain untuk mengembangkan bisnis kami di lndonesia," ucapnya.
Tahun ini, pihaknya merencanakan untuk mengebor dan melengkapi 16 sumur baru, 17 sumur kerja ulang (workover) dan 123 kegiatan perbaikan sumur. Diperkirakan ladang baru Sabar dan Panen akan mulai berproduksi pada 2018.
PetroChina merupakan KKKS yang mengoperasikan Blok Jabung di Jambi dan Blok Tuban, di Jawa Timur, di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas. Sebagai operator Blok Jabung PetroChina memiliki mitra Petronas dan Pertamina Hulu Energi.
Selain itu, PetroChina juga bermitra dengan Pertamina Hulu Energi melalui Joint-Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEI) dalam pengelolaan Blok Tuban di Jawa Timur dan JointOperating Body Pertamina-PetroChina Salawati (JOB PPS) di Blok Kepala Burung-Salawati Island di Papua Barat.
Selain mengoperasikan Blok Jabung dan Blok Bangko, PetroChina terlibat di lima Wilayah Kerja (WK) lain di Indonesia, yakni Blok West Jambi II, Blok Selat Panjang, Blok South Iambi B, Blok Madura dan Blok Kepala Burung-Salawati Basin.
Editor: Ranto Rajagukguk