PLN Yakin Operasional Aman Asal Utang Pemerintah Dibayar

Aditya Pratama ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 13:38 WIB
PLN Yakin Operasional Aman Asal Utang Pemerintah Dibayar

PLN. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - PT PLN (Persero) mencatatkan kerugian Rp38,8 triliun pada kuartal I-2020. Kerugian besar tersebut dikhawatirkan menekan likuiditas perseroan yang berdampak pada operasional.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan, kondisi perusahaan aman asalkan pemerintah membayar utang kepada PLN. Saat ini, piutang PLN di pemerintah mencapai Rp48 triliun yang terdiri atas Rp45 triliun kompensasi tarif listrik 2018 dan 2019 serta Rp3 triliun subsidi listrik Covid-19.

Mantan direktur utama Bank Mandiri tersebut berharap pemerintah bisa mencairkan piutang sebesar Rp45 triliun.

"Secara umum keuangan PLN akan sangat terbantu nantinya Insyaallah dengan ada pembayaran kompensasi dari pemerintah sebesar Rp45 triliun. Dengan dana tersebut kami akan memastikan bahwa operasi PLN akan tetap aman sampai akhir tahun 2020," ujar Zulkifli saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Kamis (25/6/2020).

Sembari menunggu pencairan, Zulkifli mengatakan, PLN akan mengoptimalkan penjualan meteran listrik setiap bulan dengan tetap memberikan pelayanan yang optimal.

Dia mengatakan, PLN sebenarnya memiliki beberapa opsi pendanaan untuk berjaga-jaga jika terjadi krisis likuiditas. Dari perbankan, PLN memiliki fasilitas pinjaman Rp28 triliun pada bank-bank BUMN.

"Selain itu, PLN juga mencadangkan dari money market line sebesar Rp7 triliun yang kami rencanakan untuk di-upsize hingga menjadi 15-20 triliun," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah