Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Kata Purbaya soal Nasib Insentif Mobil Listrik di 2026
Advertisement . Scroll to see content

PMI Manufaktur Indonesia Koreksi Jadi 51,8 pada Oktober 2022

Selasa, 01 November 2022 - 14:38:00 WIB
PMI Manufaktur Indonesia Koreksi Jadi 51,8 pada Oktober 2022
PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2022 turun menjadi 51,8 pada Oktober 2022, dari bulan sebelumnya 53,7. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2022 turun menjadi 51,8 pada Oktober 2022, dari bulan sebelumnya 53,7. Penurunan ini sejalan dengan kondisi ekonomi global yang tengah melambat, karena PMI banyak negara industri pun ikut melemah.

“(PMI Manufaktur) Indonesia bulan lalu 53,7, pagi ini saya mendapat kabar pada Oktober 51,8. Kita masih bersyukur kita masih ekspansif, dan level ekspansif ini kita rasakan 14 bulan berturut-turut,” ujar Agus dikutip dari Antara, Selasa (1/11/2022).

Agus menambahkan, level di atas 50 menunjukkan bahwa sektor manufaktur di Indonesia masih tergolong ekspansif. Sebaliknya, level di bawah 50 menunjukkan bahwa industri manufaktur tertekan atau kontraksi.

Meski turun, Agus mengatakan, capaian Indonesia tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara industri global serta ASEAN.

“Negara-negara besar seperti China, Eropa, Korea Selatan dan Taiwan sekarang PMI-nya di bawah 50,” kata dia.

Mengutip data dari Bloomberg, Manufaktur S&P Global Taiwan turun menjadi 41,5 dari 42,2. Demikian pula PMI Manufaktur Jepang melemah ke 50,7 dari 50,8. PMI Korea Selatan naik meskipun masih di level kontraksi 48,2 dari 47,3 bulan lalu.

Sementara itu, aktivitas manufaktur Thailand turun tajam menjadi 51,6 dari 55,7. Begitu pula China dan Australia.

Menurutnya, untuk bisa menjaga pertumbuhan sektor manufaktur tetap ekspansif, pemerintah berupaya untuk bisa terus menjaga permintaan (demand) industri.

“Itu nanti harus dibantu pemerintah dengan berbagai kebijakan, dari mulai insentif maupun stimulus. Nanti akan kita pelajari, kita kaji, untuk bantu industri agar tidak mengalami perlambatan dalam industri manufakturnya,” tuturnya.

Agus menargetkan, PMI Manufaktur harus bisa dijaga agar tetap berada di atas level 51 hingga akhir tahun ini.

“Kita berharap akan tetap sehat, any point di atas 51. (Meski) di atas 50 masih ekspansif, tapi kita mendorong atau mengupayakan di atas 51,” ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut