Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Kata Purbaya soal Nasib Insentif Mobil Listrik di 2026
Advertisement . Scroll to see content

PMI Manufaktur Indonesia Naik Jadi 50,9 pada Desember 2022, Lampaui Jerman-AS

Selasa, 03 Januari 2023 - 09:58:00 WIB
PMI Manufaktur Indonesia Naik Jadi 50,9 pada Desember 2022, Lampaui Jerman-AS
Pada Desember 2022, PMI Manufaktur Indonesia ditutup pada tingkat 50,9, atau meningkat dibandingkan perolehan bulan sebelumnya di angka 50,3. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sektor industri manufaktur di tanah air konsisten berada dalam level ekspansif sepanjang 2022. Hal ini tercermin pada capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dengan posisi di atas poin 50. 

Pada Desember 2022, PMI Manufaktur Indonesia ditutup pada tingkat 50,9, atau meningkat dibandingkan perolehan bulan sebelumnya di angka 50,3. Berdasarkan hasil survei yang dirilis S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia bertahan dalam fase ekspansif selama 16 bulan berturut-turut sejak September 2021. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, catatan ini menunjukkan geliat industri manufaktur nasional terus mengalami perbaikan serta semakin pulih setelah terkena dampak pandemi Covid-19 dan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu karena ancaman resesi. 

“Alhamdulillah, capaian PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2022 tetap ekspansif, yang sesuai juga dengan capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Desember 2022 yang sudah kami rilis sebelumnya, yang sama-sama berada dalam level 50,9 dan juga naik dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (2/1/2023).

Agus menambahkan, PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2022 mampu melampaui PMI Manufaktur Jerman (47,4), Jepang (48,8), Australia (50,4), Myanmar (42,1), Belanda (48,6), Prancis (47,4), Korea Selatan (48,2), Inggris (44,7), Amerika Serikat (46,2), dan Zona Eropa (47,8). 

Dia optimistis, deru mesin sektor industri manufaktur di Indonesia masih bergemuruh pada tahun kelinci air. Artinya, produktivitas berjalan baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. 

“Kami meyakini, kinerja industri manufaktur kita akan semakin tumbuh di tahun 2023 ini, seiring dengan berbagai kebijakan strategis yang sedang disiapkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Menanggapi hasil PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2022, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence Jingyi Pan menuturkan, sektor manufaktur di Indonesia mengarah pada kondisi yang lebih baik. 

Membaiknya sektor manufaktur ini karena adanya kenaikan permintaan yang mendukung kenaikan produksi. Hal ini juga mengerek aktivitas pembelian dan juga penciptaan lapangan pekerjaan.

"Ekspansi lebih cepat pada output dan penjualan dan juga berkurangnya tekanan harga merupakan perbaikan yang diharapkan," ucap Jingyi. 

Dalam laporannya, produksi manufaktur Indonesia mengalami ekspansi pada kisaran lebih cepat pada bulan Desember. Hal ini didorong oleh kenaikan permintaan atas barang-barang produksi Indonesia. Kondisi permintaan ini menyebabkan kenaikan pesanan baru pada bulan Desember.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut