Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kinerja Positif, Pendapatan MSIN Tembus Rp2 Triliun di Semester I 2026
Advertisement . Scroll to see content

Potensi Industri Hiburan Digital RI Capai 4,4 Miliar Dolar AS, MSIN Terus Pacu Bisnis V+Short

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36:00 WIB
Potensi Industri Hiburan Digital RI Capai 4,4 Miliar Dolar AS, MSIN Terus Pacu Bisnis V+Short
Public Expose Insidentil PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) (Foto: Tangkapan Layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Industri hiburandigital Indonesia diproyeksikan mencapai 4,4 miliar dolar AS pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 14,9 persen. Melihat potensi tersebut, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terus mengembangkan bisnis hiburan digital, salah satunya melalui platform microdrama V+Short.

Chief Operating Officer (COO) MSIN, Ronny Wilimas Sugiadha mengatakan, pertumbuhan industri hiburan digital Indonesia didorong oleh peningkatan penetrasi digital, pertumbuhan populasi, serta kenaikan pendapatan masyarakat.

Ronny menjelaskan, produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan meningkat dari sekitar 5.000 dolar AS pada 2025 menjadi lebih dari 7.000 dolar AS pada 2030. Kenaikan tersebut dinilai akan mendorong daya beli masyarakat, termasuk untuk konsumsi hiburan digital.

Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini telah mengalokasikan sekitar 1,8 persen dari PDB per kapita untuk hiburan berbasis layar (screen-based entertainment). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat sebesar 1,5 persen dan China sebesar 1 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwasanya konsumsi hiburan digital telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Indonesia," ucap Ronny dalam Public Expose Insidentil MSIN yang digelar pada Senin (26/10/2026).

Ronny menilai industri hiburan digital Indonesia masih memiliki ruang monetisasi yang besar. Pasalnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) layanan hiburan digital di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain di Asia.

"Sehingga terjadi peluang yang sangat besar untuk meningkatkan monetisasi seiring dengan pertumbuhan daya beli masyarakat dan semakin matangnya ekosistem digital di Indonesia," lanjut Ronny.

Untuk menangkap peluang tersebut, MSIN menyiapkan empat strategi pertumbuhan bisnis, mulai dari penguatan kualitas konten dan teknologi, perluasan kolaborasi strategis, ekspansi global, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Salah satu fokus ekspansi global perseroan dilakukan melalui pengembangan platform microdrama V+Short yang menyasar pengguna internasional.

Investor Relation MSIN, Luthan Fadel Putra mengungkapkan, platform V+Short yang diluncurkan secara publik di Hong Kong pada 8 Mei 2026 berhasil mencatatkan 3 juta unduhan hanya dalam dua bulan pertama.

Luthan menjelaskan, strategi awal ekspansi platform microdrama tersebut difokuskan pada negara-negara berkembang, seperti Filipina, Meksiko dan India. Pemilihan pasar tersebut didasarkan pada biaya pemasaran yang relatif lebih rendah dibandingkan negara maju.

Selain itu, MSIN mengandalkan kemampuan produksi konten eksklusif sebagai salah satu keunggulan dalam menghadapi persaingan industri microdrama global.

Menurut Luthan, biaya produksi satu judul microdrama di Indonesia dapat ditekan hingga sekitar 15.000 dolar AS. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan biaya produksi di sejumlah negara lain yang berkisar 100.000-200.000 dolar AS per judul.

Efisiensi biaya produksi dan pemasaran tersebut juga memungkinkan perseroan menawarkan layanan dengan harga lebih kompetitif. Luthan menyebut, biaya berlangganan platform microdrama perseroan berada di kisaran 3 dolar AS, lebih rendah dibandingkan sejumlah platform pesaing yang mengenakan tarif sekitar 10-20 dolar AS per bulan.

"Karena kita memproduksinya dari Indonesia, human capital cost-nya bisa terbilang relatif lebih rendah dibanding negara-negara lain. Sehingga untuk kita menciptakan sebuah konten, itu pasti biayanya lebih rendah," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut