Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Puji Quraish Shihab saat Nuzulul Quran di Istana: Perbedaan Bukan Perpecahan
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Bakal Pangkas Subsidi BBM untuk Wujudkan Program Makan Siang Gratis

Jumat, 16 Februari 2024 - 15:46:00 WIB
Prabowo Bakal Pangkas Subsidi BBM untuk Wujudkan Program Makan Siang Gratis
Dalam proposal kebijakan pertamanya, Capres Prabowo akan memangkas subsidi BBM untuk menyukseskan program makan siang gratis. (Foto: Dok. MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka siap merealisasikan program unggulannya, termasuk makan siang gratis. Dalam proposal kebijakan pertamanya, pasangan calon nomor urut 2 ini akan memangkas subsidi BBM untuk menyukseskan program tersebut.

Mengutip Bloomberg, Jumat (16/2/2024), Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno menuturkan, pemerintahan Prabowo dapat menyesuaikan subsidi BBM selama dua hingga tiga bulan ke depan setelah resmi menjabat pada Oktober mendatang. 

"Sekitar 80 persen dari Rp350 triliun anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk subsisi solar dan LPG 3 kg, ternyata lebih bermanfaat bagi masyarakat Indonesia yang berpenghasilan menengah dan tinggi," ujar Eddy.

Eddy menambahkan, Prabowo juga ingin menutup celah dalam pengumpulan pajak untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan. Dia mencatat, penerimaan pajak Indonesia hanya setara 10 persen produk domestik bruto (PDB), sedangkan negara tetangga di Asia Tenggara memiliki rasio pajak sebesar 14 persen. 

"Reformasi pendapatan harus membantu mengalokasikan dana untuk janji kampanye utama Prabowo, yaitu menyediakan makan siang dan susu kepada 80 juta anak sekolah di Indonesia, membantu meningkatkan hasil kesehatan dan pendidikan, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi perempuan dan pengusaha,” ucapnya.

Lebih lanjut, Eddy menyampaikan, program ini diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp400 triliun. Angka ini lebih besar dari seluruh defisit anggaran 2023 yang tercatat sebesar Rp347,6 triliun atau sekitar 1,65 persen dari PDB.

Untuk membantu memuluskan jnji kampanyenya itu, Eddy menyebut bahwa Prabowo akan berupaya membangun koalisi yang kuat di parlemen, termasuk dengan mengundang partai-partai lain seperti PDI Perjuangan. 

Tidak hanya itu, Prabowo bahkan mungkin akan menggaet calon presiden lainnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo untuk bergabung dalam pemerintahannya.

"Dia menilai itu adalah formula sukses untuk membangun pemerintahan yang stabil ke depan," ucap Eddy.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut