Premium-Pertalite Bakal Dihapus, Simak 5 Faktanya
JAKARTA, iNews.id - BBM jenis Premium (RON 88) disebut bakal dihapus dari peredaran. Nantinya, pengguna Premium akan diganti dengan BBM jenis Pertalite (RON 90) yang nantinya juga akan dihapus.
Dalam tahap pertama, pemerintah akan menghapus Premium terlebih dahulu, kemudian setelah itu giliran Pertalite. Nantinya, pemerinth akan menyiapkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan
Bagaimana rencana pemerintah dalam melakukan hal ini? simak lima fakta yang dirangkum MNC Portal Indonesia sebagai berikut:
1. Premium Lebih Dulu Dihapus
Berikut 7 BUMN yang Dirombak Erick Thohir Sepekan Ini
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan, Indonesia tengah memasuki masa transisi dari penggunaan Premium ke Pertalite. Pertalite masih akan digunakan ke depannya, namun tidak akan lama.
"Kita memasuki masa transisi di mana Premium RON 88 akan digantikan dengan Pertalite RON 90, sebelum akhirnya kita akan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan," kata Soerja, ditulis Jumat (24/12/2021).
Erick Thohir Berhentikan Jenderal Andika, Angkat Dudung Jadi Komisaris Utama Pindad
2. Pertalite Juga Akan Dihapus
Jangan Panic Buying, Pertamina Pastikan BBM dan LPG Aman Selama Libur Nataru
Pertalite hanya akan eksis sebentar saja, karena posisinya bakal digantikan dengan bahan bakar yang kualitasnya lebih baik. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan roadmap untuk hal ini.
"Dengan roadmap ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax," ucap Soerja.
SPBU Diminta Tak Timbun BBM, Polres Bangka Barat: Kalau Kedapatan Terima Risiko
3. Berubah ke Pertamax
Soerja menyebut, Pertalite nantinya akan digantikan oleh Pertamax. Shifting BBM ini harus dilakukan dengan cermat agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
"Sehingga kita juga mencermati volume Pertalite yang harus disediakan untuk masyarakat," tambah Soerja.
4. Turunkan Kadar Emisi Hingga 27 Persen
Menurut Soerja, perubahan dari Premium ke Pertalite akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14 persen. "Selanjutnya, dengan perubahan ke Pertamax akan menurunkan kembali emisi CO2 sebesar 27 persen," ujarnya.
5. Premium Hanya Digunakan di 7 Negara
Soerja mengatakan, Premium RON 88 saat ini hanya digunakan oleh 7 negara saja. Kendati, dirinya tidak merinci negara mana saja yang menggunakan BBM jenis ini.
"Volume yang digunakan pun sangat kecil. Kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik, menjadi salah satu penyebabnya," katanya.
Editor: Aditya Pratama