Produksi AS Turun Tajam, Harga Minyak Naik
NEW YORK, iNews.id - Harga minyak naik pada Rabu (24/2/2021) waktu setempat setelah data menunjukkan penurunan tajam dalam produksi Amerika Serikat (AS). Hal ini sebagai akibat dari penutupan besar-besaran fasilitas produksi minyak di Texas.
Mengutip Xinhua, Kamis (25/2/2021), West Texas Intermediate untuk pengiriman April bertambah 1,55 dolar AS menjadi 63,22 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman April naik 1,67 dolar AS menjadi 67,04 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Produksi minyak mentah AS turun selama pekan yang berakhir 19 Februari, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan Rabu. Menurut EIA, produksi minyak mentah AS rata-rata 9,7 juta barel per hari (bph) minggu lalu, turun 1,1 juta bph dari pekan sebelumnya dan turun 3,3 juta.
Ada kekhawatiran bahwa akan membutuhkan beberapa waktu untuk produksi kembali normal setelah penutupan di Texas. "Satu-satunya faktor yang relevan dengan harga minyak kemungkinan besar adalah bahwa industri minyak Texas tidak mengalami kerusakan jangka panjang," kata Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research dalam sebuah catatan pada Rabu.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya setuju pada Januari untuk mempertahankan sebagian besar pembatasan produksi minyak dari Februari hingga akhir Maret. Mereka diharapkan membahas strategi pasar minyak masa depan pekan depan.
Editor: Ranto Rajagukguk