Produsen Truk Listrik PHK Ratusan Karyawan demi Pangkas Biaya
PHOENIX, iNews.id - Produsen truk listrik Nikola Corporation melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 270 karyawan. Ini dilakukan karena perusahaan ingin memasngkas biaya dan mempertajam fokusnya pada pasar Amerika Utara.
Mengutip Reuters, sebanyak 270 karyawan yang terkena PHK, 150 karyawan di antaranya merupakan karyawan yang mendukung operasi Nikola di Eropa, sedangkan 120 lainnya berbasis di Phoenix dan Coolidge.
PHK ini akan membantu Nikola mengurangi pengeluaran SDM sebesar 50 juta dolar AS per tahun atau setara Rp748 miliar. Penggunaan kas tahunan untuk perusahaan diperkirakan akan berkurang menjadi di bawah 400 juta dolar AS pada 2024.
Adapun Nikola terlibat dalam perselisihan dengan pendiri dan pemegang saham utamanya, Trevor Milton, yang telah menyerukan perubahan kepemimpinan dan mendesak investor lain menentang proposal perusahaan demi meningkatkan jumlah saham yang diizinkan untuk diterbitkan. Padahal, di tengah kekhawatiran perlambatan penjualan, perusahaan justru mengejar lebih banyak pelepasan saham untuk mengumpulkan dana.
PHK di Industri Alas Kaki Diprediksi Berlangsung hingga Akhir 2023
Saham pembuat mobil yang berbasis di Phoenix ini naik hampir 1 persen dalam pembukaan perdagangan. Namun ditutup merosot 15 persen pada sesi perdagangan reguler.
Sementara langkah yang dilakukan Nikola sesuai dengan upaya yang dilakukan beberapa perusahaan untuk mempersempit fokus mereka pada pasar inti setelah pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Sentral AS, yang menciptakan kondisi ekonomi yang sulit.
Oracle PHK Ratusan Karyawan
Badai PHK memang masih menghantui industri otomotif Amerika, sebelumnya produsen mobil General Motors Co juga menyusul perusahaan lainnya dalam melakukan pemangkasan ratusan pegawai dalam jajaran eksekutif. Chief People Officer (CPO) GM Arden Hoffman mengumumkan berita tersebut kepada karyawannya.
PHK tersebut dilakukan untuk memangkas biaya sebesar 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp30,4 triliun selama dua tahun ke depan.
Pengusaha Tak Boleh PHK Sepihak, Kemnaker: Masalah Diselesaikan Lewat Jalur Perundingan
“Kami berencana memangkas biaya-biaya perusahaan, biaya overhead, dan kompleksitas di semua produk kami," ujarnya.
Editor: Jujuk Ernawati