Profil Komut IBC Agus Tjahajana yang Diharap Bisa Percepat Industri Mobil Listrik
JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk Agus Tjahajana Wirakusumah sebagai komisaris utama (komut) Indonesia Battery Corporation (IBC) atau Indonesia Battery Holding (IBH). Dia diharapkan bisa mengakselerasi industri kendaraan listrik di Indonesia.
"Pak Agus, Komut Inalum sudah menjadi Komisaris Utama di perusahaan IBC Holdingnya EV Battery ke depan. Jadi, Pak Agus memang diminta fokus untuk memberdayakan dan mempercepat EV Battery di Indonesia," kata Arya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (13/6/2021).
IBC merupakan konsorsium empat BUMN sektor pertambangan dan energi yang nantinya mengembangkan Electric Vehicle (EV) Battery atau industri kendaraan listrik di Indonesia. Keempat perusahaan pelat merah itu adalah Holding Industri Pertambangan (MIND ID) atau Inalum, PT ANTAM Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), dengan komposisi saham sebesar masing-masing 25 persen.
Siapa sosok Agus Tjahajana Wirakusumah, yang membuat pemegang saham percaya dan menaruh harapan besar terhadap percepatan pembangunan industri kendaraan listrik di Indonesia?
Agus meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1979 dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) pada 1988. Setelah itu, dia mengambil Master of Science dari University of Florida pada tahun 1991.
Agus memiliki banyak pengalaman kerja, baik di pemerintahan, BUMN hingga korporasi swasta. Sebelum diangkat menjadi Komut IBC, Agus menjabat sebagai Komut Inalum. Penunjukan itu melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 26 Desember 2017 lalu.
Saat itu, kehadirannya di Inalum diharapkan bisa memperkuat hilirisasi industri pertambangan dan eksplorasi untuk mendapatkan cadangan baru. Tujuan itu sekaligus menjadi dasar dibentuknya Holding BUMN Pertambangan.
Selain Inalum, Agus ternyata memiliki banyak pengalaman bekerja di berbagai perusahaan BUMN. Misalnya, komisaris di PT Semen Baturaja (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda (Persero), PT Krakatau Steel (Persero), Komisaris PT Pupuk Kujang (Persero), PT Semen Gresik (Persero) Tbk, PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Rekayasa Industri (Persero) hingga komisaris independen di Astra Group.
Agus juga berpengalaman berkarier di Kementerian Perindustrian sejak 1983 hingga 2015 dengan menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka.
Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengusahaan Pulau Batam (2016-2017), Direktur Jenderal Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (2010-2015), Direktur Jenderal Industri dan Dagang Kecil Menengah Departemen Perindustrian dan Perdagangan (2002-2004) dan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka Departemen Perindustrian dan Perdagangan (1998-2002).
Editor: Jujuk Ernawati