Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BEI Perketat Syarat Perusahaan IPO di Bursa, Cegah Kemunculan Saham Gorengan
Advertisement . Scroll to see content

Profitabilitas dan Efisiensi Terjaga, Bank Sumut Optimistis Menuju IPO

Jumat, 20 Januari 2023 - 14:52:00 WIB
Profitabilitas dan Efisiensi Terjaga, Bank Sumut Optimistis Menuju IPO
(Foto: YouTube Bank Sumut)
Advertisement . Scroll to see content

MEDAN, iNews.id - PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (Bank Sumut) optimistis menuju pencatatan umum perdana atau initial public offering (IPO) seiring dengan profitabilitas dan efisiensi perseroan yang terjaga. 

"Tingkat profitabilitas Bank Sumut yang stabil terlihat dari NIM (net interest margin) atau margin bunga bersih perseroan yang di atas rata-rata bank daerah, bank BUMN, dan bahkan bank umum swasta nasional," kata Plt. Direktur Utama Bank Sumut, Hadi Sucipto, dikutip Jumat (20/1/2022). 

Pada kuartal III 2022, Bank Sumut yang siap melantai di bursa dengan kode perdagangan saham BSMT, mencatatkan margin bunga bersih sebesar 6,84 persen, naik dari 6,73 persen pada periode sama tahun 2021.

Berdasarkan Laporan Profil Industri Perbankan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank pembangunan daerah (BPD) mencatatkan NIM rata-rata 5,8 persen per September 2022. Sementara rata-rata NIM bank BUMN dan bank umum swasta nasional masing-masing sebesar 5,52 persen dan 4,29 persen. 

NIM menjadi salah satu ukuran utama tingkat profitabilitas perbankan. NIM adalah pembagian antara pendapatan bank dari bunga dengan bunga yang diberikan kepada nasabah. 

Hadi mengungkapkan, Bank Sumut juga terus mendorong efisiensi dalam operasional, di mana tingkat biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada triwulan III 2022 sebesar 75,19 persen, lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 77,23 persen.

Berdasarkan data OJK mengenai Statistik Perbankan Indonesia per Agustus 2022, tingkat BOPO bank umum swasta nasional sebesar 76,69 persen, lebih baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya 77,34 persen. 
Adapun, tingkat BOPO Bank Pembangunan Daerah (BPD) konvensional tercatat sebesar 75,42 persen, malah sedikit memburuk dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 75,38 persen.

Bank Sumut mencatatkan pendapatan bunga dan bagi hasil syariah sebesar Rp2,39 triliun per 30 September 2022, naik Rp6,68 miliar atau 0,28 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sebagai informasi, pada tahun 2021, Bank Sumut membukukan pendapatan bunga dan bagi hasil syariah total sebesar Rp3,20 triliun. Sementara beban bunga dan bagi hasil dana Syirkah temporer per 30 September 2022 sebesar Rp566,23 miliar, turun dari sebesar Rp743,61 miliar pada periode sama tahun 2021.

"Bank Sumut berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan bunga dan pendapatan syariah bersih menjadi Rp1,84 triliun per 30 September 2022, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,65 triliun," ungkap Hadi. 

Dari sisi kinerja penghimpunan dana, lanjutnya, Bank Sumut mengantongi dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp33,38 triliun hingga September 2022, naik 1,11 persen (yoy) dari sebelumnya Rp33,01 triliun.

Hingga September 2022, Bank Sumut berhasil membukukan laba bersih Rp520,57 miliar, tumbuh 17,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp443,29 miliar. 

Dari sisi profitabilitas, return on equity (ROE) atau tingkat pengembalian ekuitas Bank Sumut pada triwulan IIII 2022 sebesar 17,38 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 16,10 persen. 

Sementara itu, return on asset (ROA) atau tingkat pengembalian aset sebesar 2,17 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 2,06 persen.

Hadi memaparkan, seiring dengan proses IPO, Bank Sumut akan terus berekspansi untuk meningkatkan kinerjanya. adapun Dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, salah satunya dengan ekspansi penyaluran kredit serta meningkatkan infrastruktur teknologi kita. 

"Yang paling penting lagi, dengan IPO, proses bisnis akan makin baik,” ujar Hadi. 

Sesuai prospektus, bank daerah milik Provinsi Sumatra Utara ini telah menggelar penawaran awal atau bookbuilding sebanyak-banyaknya 2.934.798.300 saham (mewakili 23 persen dari total saham Bank Sumut usai IPO) mulai Kamis (5/1/2023) hingga Rabu (18/1/2023).

Dengan nilai nominal Rp250 per saham, Bank Sumut, BPD pertama di luar Pulau Jawa yang akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia, mematok harga penawaran pada rentang harga Rp350 hingga Rp510 per saham sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp1,02 triliun hingga maksimal Rp1,49 triliun.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut