Proyek LRT Bengkak Jadi Rp31 Triliun, KAI: Kami Masih Matangkan
JAKARTA, iNews.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mematangkan kebutuhan investasi untuk proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang sebelumnya disiapkan Rp26,7 triliun, kemudian bertambah menjadi Rp31 triliun.
Direktur Keuangan KAI Didiet Hartantyo mengatakan, besaran nilai kebutuhan investasi ini masih dievaluasi karena ada perubahan rencana pembangunan seperti penambahan jumlah stasiun dan perubahan penggunaan sistem persinyalan.
"Mengenai kondisi saat ini kita masih mematangkan besaran nilai capex (capital expenditure) LRT ini. Karena ternyata dalam perkembangannya, ini masih dalam pembahasan para pemangku kepentingan," katanya setelah mencatatkan Obligasi I PT KAI di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/11/2017).
KAI menyiapkan dana sekitar Rp7,6 triliun atau setara 25% dari porsi kebutuhan dana. Jika dikalikan maka kebutuhan dananya mencapai Rp30,4 triliun, sisanya sekitar 75% dana berasal dari pinjaman.
"7,6 itu 25% dari kebutuhan, sisanya itu kan 75% dari pinjaman," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, tahun ini KAI berharap bisa memperoleh Rp4 triliun dari realokasi pembangunan rel kereta Trans Sumatera sebesar Rp2 triliun dan Rp2 triliun dari PMN APBN Perubahan 2017.
Jika kebutuhan dana Rp7,6 triliun itu terpenuhi maka pihaknya akan melakukan pinjaman sindikasi dari beberapa perbankan, guna menutupi seluruh kebutuhan investasi LRT Jabodebek.
Editor: Ranto Rajagukguk