Raksasa Migas Asing Hengkang dari Indonesia, Target Produksi Minyak 1 Juta Barel Diragukan Tercapai
JAKARTA, iNews.id - Sejumlah perusahaan minyak dan gas (migas) asing memutuskan tidak memperpanjang kontrak di Indonesia. Terbaru, ConocoPhillips melepas asetnya di Blok Corridor dan pindah ke Australia.
Dengan bertambahnya jumlah perusahaan migas asing yang hengkang dari Indonesia, apakah target produksi minyak 1 juta barel per hari bisa tercapai?
"Tentu saja ini berdampak dan tentu sangat mungkin target 1 juta barel per hari sulit tercapai," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, kepada MNC Portal Indonesia, Senin (13/12/2021).
Mamit mengungkapkan, target produksi minyak 1 juta BOPD dan 12 BSCFD membutuhkan investasi 25 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahunnya. Jika perusahaan asing kabur, tentu pencapaian target ini bisa molor.
Menurutnya, pemerintah harus segera membenahi iklim investasi migas Indonesia ke depannya agar perusahaan asing kembali menanamkan modalnya.
Misalnya, dengan memberikan kepastian hukum berupa penyelesaian revisi Undang-Undang Migas Nomor 22 tahun 2001. "Padahal, ini merupakan salah satu kunci dalam menarik investor," kata Mamit.
Selain itu, perijinan investasi juga harus disederhanakan. Pemerintah juga bisa memberi kebijakan fiskal yang atraktif dan menarik.
Editor: Jeanny Aipassa