Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Merger BUMN Karya Batal Rampung Tahun Ini, Mundur Jadi Kuartal I 2026
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Sebut Telah Lunasi Utang Bunga Obligasi di Tengah Ancaman Gagal Bayar

Sabtu, 19 Maret 2022 - 07:46:00 WIB
Rusia Sebut Telah Lunasi Utang Bunga Obligasi di Tengah Ancaman Gagal Bayar
Kementerian Keuangan Rusia menyebut telah memenuhi pembayaran bunga obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) di tengah ancaman gagal bayar. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Kementerian Keuangan Rusia menyebut telah memenuhi pembayaran bunga obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) di tengah ancaman gagal bayar. Pemerintah Rusia telah melakukan pembayaran melalui Citibank sebesar 117 juta dolar AS atau setara Rp1,67 triliun.

Dikutip dari CNBC, pemegang dua obligasi dolar Rusia mengatakan bahwa pembayaran kupon tiba pada Kamis lalu, sehari lebih lambat dari yang diharapkan, seperti dilaporkan The Wall Street Journal. Dana tersebut diterima dengan baik dalam masa tenggang 30 hari di bawah persyaratan obligasi.

Sementara Rusia tampaknya telah mampu memenuhi kewajiban pembayaran kuponnya secara penuh pada kesempatan ini, kemauan dan kemampuan Moskow untuk membayar utang internasionalnya kemungkinan akan diuji lagi.

Itu karena pengecualian yang saat ini diberikan berdasarkan sanksi AS akan berakhir pada akhir Mei dan kemungkinan semakin memperumit kemampuan Rusia untuk melayani pembayaran utang luar negeri.

Namun, para ekonom tidak yakin tentang bagaimana Kementerian Keuangan Rusia akan melakukan pembayaran, mengingat langkah-langkah yang ditargetkan pada Bank Sentral Rusia yang membuat sebagian besar cadangan devisanya tidak dapat diakses. Hal ini juga mendorong serangkaian penurunan peringkat kredit dari lembaga pemeringkat global utama.

JPMorgan Chase telah diminta oleh bank sentral Rusia untuk memproses pembayaran kupon 117 juta dolar AS yang dimilikinya pada obligasi negaranya. Pembayaran ditransfer ke agen pembayaran Citi di London setelah berkonsultasi dengan Departemen Keuangan AS.

Adapun lembaga pemeringkat kredit S&P pada hari Kamis menurunkan peringkat kredit mata uang asing dan lokal Rusia menjadi CC dari CCC. Hal ini dilihat dari kerentanan tinggi Kremlin terhadap kemampuan membayar utang.

“Meskipun pernyataan publik oleh Kementerian Keuangan Rusia menunjukkan kepada kami bahwa pemerintah saat ini masih berusaha untuk mentransfer pembayaran kepada pemegang obligasi, kami berpikir bahwa pembayaran utang Eurobond Rusia yang jatuh tempo dalam beberapa minggu ke depan mungkin menghadapi kesulitan teknis yang sama,” tulis S&P.

S&P menyampaikan, dapat menurunkan peringkat kredit penerbit asing Rusia lebih jauh ke SD jika Moskow gagal memenuhi kewajiban utang luar negerinya dalam beberapa minggu mendatang.

Kedaluwarsa yang dijadwalkan dari lisensi OFAC untuk pembayaran pada 25 Mei dapat berdampak negatif terhadap kemampuan Rusia untuk memenuhi kewajiban utangnya setelah tanggal tersebut, tambahnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut