Rute Jet Pribadinya Bocor di Twitter, Elon Musk Takut Ditembak Orang Gila
NEW YORK, iNews.id - Orang terkaya di dunia sekaligus CEO Tesla, Elon Musk, mengaku takut ditembak orang gila. Hal itu, terkait dengan rute jet pribadinya yang dilacak seorang mahasiswa berusia 19 tahun dan diunggah di akun Twitter @ElonJet.
Elon Musk dikabarkan telah menghubungi Jack Sweeney, mahasiswa baru yang berusia 19 tahun, yang menekuni teknologi informasi.
Jack Sweeney diketahui telah menciptakan 15 bot Twitter, yang melacak jet pribadi Elon Musk dan miliarder teknologi lainnya, seperti Bill Gates dan Jeff Bezos.
Namun akun Twitter @ElonJet yang melacak rute jet pribadi Elon Musk sejauh ini paling populer, dengan lebih dari 354.000 pengikut.
Popularitas @ElonJet tampaknya telah membuat Elon Musk gusar, sehingga menghubungi Jack Sweeney untuk memintanya menghapus akun tersebut, untuk mencegah orang gila melacak pergerakannya bahkan menembak jet pribadinya.
"Saya tidak suka gagasan (jet pribadi) ditembak oleh orang gila," kata Elon Musk melalui percakapan DM dengan Jack Sweeney, seperti dikutip Daily Mail.
Meskipun informasi yang diandalkan Jack Sweeney bersifat publik, program yang dirancangnya membutuhkan pengetahuan canggih untuk mencocokkan frekuensi transponder dengan rencana penerbangan jet pribadi para miliarder teknologi, yang tersedia secara terpisah.
Program canggih yang dibuat Jack Sweeney untuk melacak rute jet pribadi para miliarder teknologi, sangat bergantung pada data dari berbagai sumber publik.
Sistemnya membutuhkan pengetahuan mendalam tentang sistem penerbangan, yang diperoleh Jack Sweeney dari ayahnya yang bekerja di industri penerbangan, serta hobi melacak pesawat sepanjang hidupnya.
Ketika Jack Sweeney menjelaskan kepada Elon Musk bagaimana program yang dibuatnya bekerja, miliarder itu terkejut bahwa informasi tersebut dapat diakses publik.
Elon Musk kemudian membuat cuitan yang menyebut "Kontrol lalu lintas udara sangat primitif". Dia pun menanyakan kepada Jack Sweeney berapa banyak yang dia hasilkan dari akun Twitter @ElonJet. Jack menjawab bahwa akun tersebut menghasilan sekitar 20 dolar AS per bulan, Elon Musk kemudian menawarinya 5.000 dolar AS untuk menghapus bot yang melacak jetnya.
Namun mahasiswa jenius itu menolak tawaran Elon Musk. Dia kemudian mengolok-olok Elon Musk dengan menaikan tawaran diberi 50.000 dolar AS atau diberi imbalan mobil Tesla Model 3.
"Adakah peluang untuk menaikkannya menjadi 50.000 dolar AS? Ini akan menjadi dukungan besar di perguruan tinggi dan mungkin akan memungkinkan saya untuk mendapatkan mobil bahkan mungkin Model 3," kata Jack Sweeney.
Musk mengatakan dia akan memikirkannya, tetapi sejauh ini belum membayar apapun kepada mahasiswa tersebut. Jack Sweeney kemudian mengatakan dia lebih memilih magang di Tesla daripada dibayar atau diberi imbalan untuk menghapus akun Twitter @ElonJet.
"Saya mengerti pandangan Anda, tetapi saya harap Anda akan melihat minat saya karena saya telah mengembangkan ini sejak saya masih di sekolah menengah. Pilihan selain remunerasi seperti magang akan membuatnya jauh lebih mudah," kata Jack Sweeney kepada Elon Musk.

Berdasarkan update di akun twitter @ElonJet, diketahui jet pribadi Elon Musk terakhir kali dilaporkan mendarat di Austin pada hari Kamis (3/2/2022).
Jack Sweeney kemudian membuat cuitan bahwa Elon Musk telah menggunakan program pemblokiran untuk mencoba mencegah jet pribadinya dilacak, namun program yang dirancangnya tetap dapat melacak jet pribadi CEO Tesla tersebut.
Editor: Jeanny Aipassa