Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BYD Siapkan Sealion 06 EV Jarak Tempuh 710 Km, Apa Akan Diboyong ke Indonesia?
Advertisement . Scroll to see content

Saingan Tesla dari China Ini Akan Jual Setengah Produksi Mobil Listrik ke Luar Negeri

Rabu, 24 November 2021 - 16:55:00 WIB
Saingan Tesla dari China Ini Akan Jual Setengah Produksi Mobil Listrik ke Luar Negeri
Startup mobil listrik asal China, Xpeng berencana menjual setengah dari produksi kendaraan mereka ke negara-negara di luar China. (foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Perusahaan rintisan (startup) mobil listrik asal China, Xpeng berencana untuk menjadi produsen mobil global. Vice President and Chairman Xpeng, Brian Gu menyampaikan, rencana tersebut akan dilakukan dengan mengirim setengah dari produksi kendaraan ke negara-negara di luar China.

“Sebagai perusahaan yang berfokus pada peluang global, kami ingin seimbang dengan kontribusi pengiriman kami (setengah dari China, setengah dari luar China) dalam jangka panjang,” ujar Gu dilansir dari CNBC, Rabu (24/11/2021).

Meski begitu, Gu tidak menjelaskan secara rinci perihal jangka waktu untuk mencapai tujuan itu.

Sebagai perbandingan, Tesla yang berbasis di AS pada kuartal ketiga 2021 menyumbang untuk pasar dalam negerinya sebesar 46,6 persen dari total penjualan. Adapun China menyumbang 22,6 persen dari keseluruhan penjualan Tesla, naik dari sebelumnya di bawah 20 persen pada tahun lalu.

CEO Tesla, Elon Musk membuka pabrik di Shanghai dan mulai mengirimkan mobil buatan lokal tepat sebelum dimulainya pandemi pada Januari 2020 lalu.

Gu mengatakan, Xpeng yang berbasis di Guangzhou akan berinvestasi lebih banyak di pasar internasional tahun ini dan tahun depan, dan berharap dapat masuk ke Swedia, Denmark, dan Belanda di tahun depan.

Diketahui, Xpeng mulai mengirimkan mobil ke Norwegia pada Desember 2020. Produsen mobil China lainnya juga telah memfokuskan ekspansi awal mereka di luar negeri di negara tersebut, di mana insentif pemerintah telah mendukung permintaan lokal untuk mobil listrik.

Saham Xpeng yang terdaftar di AS mengalami kenaikan lebih dari 8 persen semalam, setelah perusahaan tersebut melaporkan penurunan pendapatan pada kuartal ketiga mencapai 5,72 miliar yuan (887,7 juta dolar AS) setara Rp12,66 triliun. Catatan ini melampaui ekspektasi 5,03 miliar yuan, menurut StreetAccount.

Namun, startup mobil listrik ini melaporkan kerugian yang lebih besar dari perkiraan sebesar 1,77 yuan (27 sen) per saham, dibandingkan ekspektasi kerugian 1,17 yuan. Gu berharap, pihaknya dapat balik modal dalam dua tahun.

Xpeng pada bulan lalu telah memproduksi total lebih dari 100.000 mobil sejak didirikan enam tahun lalu. Perusahaan meluncurkan kendaraan komersial pertamanya, SUV G3, pada Desember 2018.

Sedan P7, yang mulai pengiriman musim panas lalu, telah terbukti jauh lebih populer dan menyumbang lebih dari 77 persen pengiriman. Xpeng juga mulai mengirimkan model listrik ketiga, sedan P5, pada bulan Oktober. 

Pekan lalu, perusahaan rintisan itu memperkenalkan SUV listrik baru, G9, yang menurut perusahaan dirancang untuk pasar internasional dan Cina.

Perusahaan rintisan China lain yang terdaftar di AS, Nio juga telah membuka toko utama di Oslo dan memulai pengiriman mobil lokal pada bulan September.

Kemudian, BYD yang didukung oleh miliarder AS Warren Buffett, mulai mengirimkan mobil listrik ke Norwegia musim panas ini, dan bertujuan untuk mengirimkan 1.500 mobil ke sana pada akhir tahun. 
Pekan lalu, BYD mengatakan pihaknya meluncurkan pengiriman ke Republik Dominika, menyusul ekspansi serupa ke Brasil, Meksiko, Kolombia, Uruguay, Kosta Rika, dan Bahama pada Oktober.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut